BANDUNG | duta.co – Halaqah ke-6 Komite Khitthah (KK) 26 NU yang berlangsung di PP Al-Qutub, Cipadung, Ciberu, Bandung, Rabu (6/3/2019) berlangsung hikmad. Ratusan kiai, habaib serta kalangan akademisi dari berbagai daerah hadir. Tampak pula Kapolsek Ciberu, tampak serius mengikuti acara.

Tak kalah menarik sambutan tuan rumah, Prof Dr H Juhaya, S Praja, MA, bahwa, sebelum halaqah berlangsung ada wartawan yang ‘menelisik’nya. Kenapa halaqah Komite Khitthah berlangsung di Al-Qutub? Kenapa diterima?

Mendapat pertanyaan demikian, Prof Juhaya menjelaskan, bahwa, sebagai santri dirinya sami’na waatho’na. Apalagi PP Al-Qutub memiliki haluan yang sama dengan NU, ahlussunnah wal-jamaah. “Doktrin santri itu sami’na waatho’na. Dan imam saya Gus Solah,” jelas Prof Juhaya disambut teouk tangan peserta halaqah.

Masih menurut Prof Juhaya, halaqah ini adalah bagian dari upaya untuk membenahi NU. “Semoga kehadiran para kiai dan habaib ini memberikan manfaat untuk umat, juga memberkahi pesantren Al-Qutub,” tegasnya.

Peserta halaqah berkesempatan mendengarkan kembali taushiyah KH Tholchah Hasan, sesepuh NU yang disampaikan di PP At-Taqwa, Pasuruan. Dalam taushiyahnya, Kiai Tholchah memahami, bahwa, yang hadir dalam halaqah ini sedang gelisah melihat NU sekarang ini.

“Saya menduga bapak-bapak yang kumpul di sini ini sedang gelisah melihat NU sekarang, saya menduga bapak-bapak sedang kehilangan arah. Selamat berjuang, jadikan NU sebagai organisasi yang melayani umat, bukan menguasai umat. Keluarkan NU dari hanya menjadi bagian dari dukung-mendukung kepentingan politik,”demikian Kiai Tholchah. (mky)