PAMEKASAN | duta.co – Keponakan Mahfud MD Sri Sukmana Damayanti yang “pingsan” dalam acara pernikahannya tanggal 8 Mei 2022 lalu di Gedung Prima Jaya Abadi Pamekasan,  kembali angkat bicara terkait keterangan palsu yang telah disampaikan pemilik Dinies Cafe ke beberapa media.

Kepada Media, mempelai perempuan korban penipuan pihak katering ini memberi penjelasan sebagai berikut :

Pertama: Mbak Vanis sebagai pemilik Dinies Cafe dan @lies_bridal_decoration tidak pernah menyatakan kepada saya kalau budget 18rb maka harus terima apa adanya, sama sekali tidak pernah.

“Justeru yang saya terima pricelist harga dari mbak vanis selaku pemilik Dinies Cafe dan @lies_bridal decoration adalah 16rb, 17rb dan 18rb. Maka saya pilihlah harga 18rb yang merupakan harga tertinggi dalam penawaran dia saat itu.”

“Disini posisi saya sebagai klien yang sudah mempercayakan penuh soal katering pernikahan kepada mbak vanis pemilik Dinies Cafe dan @lies_bridal_decoration, saya memilih harga tertingginya yaitu 18rb (dan tidak mungkin saya membatalkan karena dana sudah masuk dan saya merasa kasihan untuk membatalkan), jadi sekitar akhir bulan maret saya konfirmasi lagi terkait kesesuaian menu yang telah disepakati dan saat itu sudah terjadi kesepakatan menu. Menu yang akan disediakan dalam pernikahan saya nanti telah difoto oleh Mbak Vanis dan saya sepakat.”

Kedua: Tidak pernah ada konfirmasi dari Dinies Cafe seperti yang ada dalam berita bahwa dia menghubungi saya untuk konfirmasi kalau mau menu yang disepakati makan harus nambah biaya, itu tidak pernah terjadi.

“Andaikan saja dia mengkonfirmasi bahwa menu yang akan dihidangkan tidak layak seperti itu saya pasti memilih menambah budget berapapun daripada menunya tidak layak,” jelasnya.

Ketiga: Yang terjadi adalah dia hanya menawarkan apakah mau nambah budget? Lalu saya ijin tanya ke mbak kandung saya dulu untuk menanyakan apakah mau nambah budget lagi? (Sambil saya mengirimkan foto menu yang Dinies Cafe tawarkan), lalu mbak saya bilang “oh itu sudah bagus kok.. sudah cukup, nggak apa-apa walaupun nggak nambah budget, nanti juga kan ditambah pudding di dalam hampers”.

“Kondisinya saat itu saya juga sudah nambah budget untuk menambah pudding di dalam hampers, dengan tujuan supaya hampersnya layak dan memuaskan,” tambahnya.

Keempat : Yang jadi persoalan bukan saya meminta menunya harus mewah. Buat apa mewah-mewah wong saya ini hanya anak yatim dan ibu saya janda pensiunan PNS kecil-kecilan. Saya hanya minta agar menunya pantas dan layak untuk dihidangkan kepada “manusia” bukan kepada “kucing”, dan sesuai dengan yang telah dia janjikan kepada saya.

Kelima: Inti posisinya, menu yg dijanjikan akan dihidangkan adalah sesuai dengan yang disepakati pada akhir bulan maret 2022, karena Mbak Vanis sebagai pemilik Dinies Cafe dan @lies_bridal_decoration tidak pernah memberikan informasi bahwa diharga 18rb adalah menu yang tidak layak tersebut.

Ketujuh: Pihak catering memang selalu berkelit seakan-akan saya mengetahui bahwa menunya tidak layak tapi saya tidak mau menambah budget. Itu sudah disinformasi, keterangan palsu, hoax dan dapat semakin menimbulkan fitnah terhadap keluarga saya selaku pemangku hajat.

Kedelapan:. Dan ini sudah bukan perkara harga lagi sebenarnya, bahkan saya tidak masalah kalaupun harus menambah budget berapapun saat hari H itu yang penting menunya dipantaskan untuk dihidangkan, namun tidak ada itikad baik dari mbak Vanis selaku pemilik Dinies Cafe dan @lies_bridal decoration untuk membantu bahkan telepon dan chat saya tidak dibalasnya sampai sore hari. Setelah acara selesai saya mendatangi rumahnya ternyata suami istri tersebut sedang bangun tidur. Namun ke media ngaku-ngaku datang ke lokasi pernikahan saya, sungguh sangat zalim.

Kesembilan: Awal saya sampai di rumah pemilik Dinies Cafe, yang ada diruang tamunya adalah saudaranya, saya tanyakan keberadaan mbak vanis pemilik Dinies Cafe dan @lies_bridal_decoration tersebut, sambil membawa menu makanan yang berisi telur busuk dan leher pitik. salah seorang saudaranya ini sempat menjawab mbak vanis tidak ada, sedang keluar. Padahal ternyata keduanya sedang berada di dalam kamar dan akhirnya keluar menemui saya.

Kesepuluh: Saya memviralkan kasus penipuan katering ini dengan tujuan untuk menjelaskan kepada tamu undangan dan semua orang yang mungkin ikut bertanya-tanya, bahwa ketidakpantasan menu tersebut bukan kehendak dan kesengajaan dari pihak pemangku hajat.

Kesebelas. Dinies Cafe mengatakan di media bahwa dia mendatangi lokasi resepsi untuk memastikan kondisi menu itu juga tidak betul karena terhitung dia menerima komplain soal menu makanan dia menghilang tidak merespon chat ataupun telepon lagi. Keluarga saya kelimpungan sendiri tanpa kehadiran pihak katering untuk itikad baik membantu.
ketika saya datangi rumahnya dia sendiri yg bilang “saya tidur seharian ini mbak saya capek”.

Keduabelas. Soal sajian yang disebut “baik2 saja” sebagaimana tercantum dalam berita-berita media tolong dipastikan lagi, karena saya juga menyajikan sweet corner yang saya datangkan dari kota malang yaitu @syaharrasa (bukan pesan dikateringnya vanis/dinies cafe) dan drink station dari @es.teh indonesia yang memang memuaskan para tamu undangan yang berada di dalam gedung.

Ketigabelas. Pengembalian dana bukan 50% ya, karena biaya paperbag yang juga termasuk dalam biaya katering tidak dihitung dalam kesepakatan pengembalian tersebut. Atas rasa kasihan saya setujui untuk tidak usah dihitung biaya paperbagnya yg nominalnya juga capai jutaan itu. Dan saya tidak meminta 100% itu juga atas dasar rasa kasihan. Sudah saya beri rasa kasihan kok ternyata pihak katering suami istri ini semakin menggiring dan menggoreng opini seakan-akan tidak bersalah dan menyebarkan kemana2 pengembalian 50% padahal bukan 50%.

Keempatbelas. Yang dimaksud basi adalah lauknya dan pudding. Yang dimaksud tidak layak adalah kondisi lauknya yang hanya ekor pitik, leher pitik, dsb. Kerupuk yg dijanjikan juga kerupuk udang ukuran besar namun yang datang adalah kerupuk gado-gado sekitar 2-3 biji.

Kelimabelas. Terkait yang dia sebut saya menyerang pribadi dia di media sosial dengan topik yang tidak ada kaitannya dengan katering itu adalah tidak betul. Disinformasi. Isi dari status saya semuanya adalah terkait catering, ada pembahasan dekorasi miliknya yaitu @lies_bridal_decoration itu karena dia sendiri yg membuka persoalan itu sejak awal mas firman (mas kandung saya) menanyakan tentang kelayakan menu, disitu dia bahas-bahas ke mas saya tentang pembatalan dekorasi yang terjadi 1 tahun lalu yang sudah saya bayar dana kompensasi dengan nominal jutaan sesuai kesepakatan.

Padahal posisi yang ditanyakan mas saya adalah terkait menu katering tapi dia malah melebar membahas Dekorasi dan WO yg sudah selesai sejak 1 tahun lalu.

Untuk diketahui dia juga bercerita ke beberapa orang bahwa saya membatalkan dekorasi dan WO-nya namun tidak pula diceritakan bahwa saya membayar kompensasi terhadapnya.

Bahkan WO nya belum juga bergerak apalagi menyusun konsep pun belum. Belum ada kerjanya tapi dia meminta kompensasi juga sudah saya bayar.

Untuk memberi penjelasan kepada tamu dan undangan memang tidak mudah, makanya saya informasikan melalui media sosial saya, yang penting saya tidak fitnah, karena itu sesuai dengan kenyataan.

Terakhir, saat ini di beberapa media muncul judul besar-besar yang diduga sengaja untuk mempermalukan saya. Judul tersebut menonjolkan status saya sebagai keponakan Mahfud MD dan budget katering saya yang hanya 18 ribu. Ketahuilah saya sama sekali tidak malu, karena budget saya sebetulnya 27 ribu, itupun merupakan paket tertinggi dari mbak Vanis sebagai pemilik @Dinies Cafe dan @lies_bridal decoration. Selain itu keluarga Mahfud MD memang terkenal bersahaja bukan keluarga kaya-raya, bukan keluarga kontraktor korup misalnya, semua orang sudah tau. Posisi saya sebagai anak yatim, ibu saya hanya seorang pensiunan PNS kecil-kecilan. Kakak-kakak saya juga hanya PNS biasa bahkan ada masih PTT, tidak ada satupun yang wow sebagai kontraktor dan semacamnya. Jadi percuma anda mencoba mempermalukan keluarga saya dengan angka 18rb itu, semua orang tau keluarga Mahfud MD adalah keluarga biasa dan bersahaja. Dan menu yang saya minta bukan menu mewah tapi menu yang pantas, layak dimakan manusia, sebagaimana kesepakatan saya dengan mbak vanis sebagai pemilik @dinies cafe dan @lies_bridal decoration.

Sampai berita ini diturunkan duta.co belum bisa konfirmasi pihak Dinies Cafe.(*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry