
MALANG |duta.co — UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Malang berkolaborasi dengan Center of Excellence (COE) Interest Telkom University Surabaya menyelenggarakan program “Implementasi dan Pelatihan Smart Agriculture Berbasis IoT”.
Kegiatan bertajuk “Perakitan dan Pengujian Sistem IoT Berbasis ESP32” ini berlangsung selama dua hari pada 15-16 Oktober 2026, pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, dengan menyasar lulusan SMK dan masyarakat umum yang berminat mendalami teknologi pertanian cerdas.
Pada hari pertama, rangkaian pelatihan dibuka dengan kelas konseptual untuk memberikan gambaran komprehensif kepada peserta. Sesi materi perangkat keras (hardware) dibawakan langsung oleh Mohammad Yani, S.ST., M.Phil., Ph.D. bersama Dr. Moch. Iskandar Riansyah, S.ST., M.Kom. Keduanya mengupas tuntas spesifikasi komponen pengontrol, mulai dari mikrokontroler ESP32, modul komunikasi MAX485, relai ganda, hingga sensor tanah 7-in-1, beserta prinsip penyambungan kabel yang aman.
Pemaparan kemudian beralih ke arsitektur perangkat lunak (software) yang dipandu oleh Ahmad Wali Satria Bahari Johan, S.ST., M.Kom. dan Galang Tegar Mahendra. Peserta diajak membedah fitur firmware sistem, mulai dari mekanisme mikrokontroler memproses data sensor melalui komunikasi Modbus RTU hingga konfigurasi jaringan WiFi. Integrasi ini dirancang agar ketujuh parameter kondisi tanah dapat dipantau secara real-time melalui dashboard aplikasi Blynk.
Memasuki hari kedua, intensitas kegiatan meningkat dengan sesi praktik perakitan langsung (hands-on) yang didampingi secara ketat oleh Dr. Moch. Iskandar Riansyah, S.ST., M.Kom., Muhammad Dwi Hariyanto, S.T., dan Dr. Helmy Widyantara, S.Kom., M.Eng. Pada tahap ini, peserta mengaplikasikan teori yang didapat dengan merangkai komponen kontroler secara mandiri. Mereka dibimbing secara bertahap (step-by-step), mulai dari menyusun jalur catu daya menggunakan modul penurun tegangan LM2596, mengawinkan mikrokontroler ESP32 dengan modul komunikasi MAX485, hingga menyambungkan kabel komunikasi pada sensor tanah RS485 7-in-1.
Praktik tidak berhenti pada perakitan fisik. Peserta juga diajak melakukan pengujian sistem secara langsung untuk memastikan ketujuh parameter kondisi tanah berhasil terbaca oleh sistem. Selain itu, mereka menguji kapabilitas kontrol aktuator dengan menghubungkan relai ganda (dual-channel) ke simulasi beban pompa irigasi dan fertigasi. Melalui pendampingan menyeluruh ini, peserta dapat melihat langsung bagaimana perangkat keras dan perangkat lunak terintegrasi secara utuh menjadi sebuah ekosistem Smart Agriculture yang siap diimplementasikan.
Implementasi teknologi ini bertujuan agar peserta mampu mengoperasikan sistem alat ukur yang dapat membaca tujuh parameter vital tanah, meliputi kelembapan, suhu, pH, konduktivitas listrik (EC), serta kadar Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Selain pemantauan data melalui dashboard antarmuka Blynk, sistem yang dirakit juga didesain untuk memiliki kapabilitas kontrol jarak jauh dalam menyalakan aktuator pompa air untuk sistem irigasi dan fertigasi otomatis. Imm








































