Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (FT/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Memasuki pekan ketiga bulan Juni 2020, sebaran covid-19 di Jatim nampaknya mulai bisa dikendalikan sehingga penambahan kasus baru terkonfirmasi positif jumlahnya menurun hingga dibawah angka 100.

Padahal sejak awal bulan lalu hampir setiap hari Jatim selalu memimpin untuk kasus baru positif covid-19 di seluruh Indonesia. Ini lantaran Jatim digeber rapid test, pemeriksaan dilakukan secara besar-besaran.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang juga ketua Satgas percepatan penanganan covid-19 Jatim membenarkan jika sebaran covid-19 di Jatim hari ini grafiknya mulai menurun atau landai dibanding hari-hari sebelumnya.

“Hari ini yang terkonfirmasi positif hanya bertambah sebanyak 84 kasus baru, sehingga akumulasinya menjadi 9.528 kasus positif di seluruh Jatim,” kata Khofifah Indar Parawansa di gedung negara Grahadi Surabaya, Minggu (21/6/2020).

Dari jumlah tersebut, lanjut Khofifah sebanyak 5.699 orang atau setara dengan 60,30% masih dirawat. Kemudian sebanyak 2.855 orang atau setara dengan 29,96% sudah sembuh dan sebanyak 731 orang atau setara 7,67% yang  meninggal dunia.

Kabupaten dan kota yang ikut menyumbang penambahan kasus baru terkonfirmasi positif antara lain, Kota Surabaya 56 kasus, Kota Malang 10 kasus, Kab Mojokerto 10 kasus, Sidoarjo 9 kasus, Kab Malang 7 kasus, Pamekasan 6 kasus, Gresik 4 kasus, Kab Pasuruan 4 kasus.

Jaga Pola Hidup

Selanjutnya Lamongan, Jember dan Magetan masing-masing 3 kasus. Kemudian Ponorogo, Situbondo dan Banyuwangi masing-masing 2 kasus. Lalu masing-masing 1 kasus berasal dari Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Sumenep dan Bangkalan.

“Kita bersyukur karena hari ini pasien positif covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 66 orang. Tapi kita juga ikut berduka karena pasien yang meninggal bertambah 13 orang,” ungkap mantan Mensos RI ini.

Daerah yang ikut menyumbang kesembuhan berasal dari Kota Surabaya 36 orang, Bangkalan 8 orang, Kab Malang 7 orang, Sampang 4 orang, Kota Probolinggo 2 orang, Banyuwangi 2 orang dan masing-masing 1 orang berasal dari Lumajang, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Jember, Pamekasan serta Kota Kediri.

“13 orang yang meninggal dunia hari ini berasal dari Kota Surabaya 7 orang, Sidoarjo 3 orang, Gresik 1 orang, Kab Mojokerto 1 orang, dan Pamekasan 1 orang. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” harap gubernur perempuan pertama di Jatim.

Sementara untuk kasus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) lanjut Khofifah bertambah sebanyak 165 kasus baru sehingga total di Jatim menjadi sebanyak 9.250 kasus. Namun yang perlu diwaspadai adalah penambahan ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang cukup banyak yakni 613 kasus baru, sehingga akumulasinya menjadi 27.754 kasus di Jatim.

Begitu juga dengan kasus OTG (Orang Tanpa Gejala) di Jatim hari ini tercatat sebanyak 31.373 kasus.

“Potensi PDP menjadi positif itu sekitar 53%. Kemudian potensi ODP menjadi sebesar 12%, dan potensi OTG menjadi positif sebesar 34%. Oleh karena itu saya minta supaya kewaspadaan dan kedisplinan mematuhi protokol kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat terus ditingkatkan karena itulah obat yang ada saat ini selama belum ditemukan vaksin atau antivirus covid-19,” pungkas Khofifah. (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry