HA Sudja’i SH MH, Pelaksana Tugas (PLT) Rektor Unsuri. (FT/M Azis)

SURABAYA | duta.co – Rumor pergantian ‘diam-diam’ Rektor Universitas Sunan Giri (Unsuri), terjawab sudah. Ruang kerja Rektor Unsuri, Dr Ir Gunawan Adji MT kini sudah ditempati HA Sudja’i SH MH sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Rektor Unsuri.

“Sudah dua minggu, doakan supaya bisa berjalan dengan baik. Saya ingin Unsuri ini menjadi asetnya NU dan berkembang dengan baik,” ujarnya kepada duta.co saat ditemui di Gedung Rektorat, Jumat (14/6/2019).

Menurut alumni Untag Surabaya ini, dirinya menerima surat keputusan (SK) yayasan untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Rektor Unsuri menggantikan Gunawan Adji. Tugas ini harus diembannya karena rektor sebelumnya tidak bisa melanjutkan tugas.

Meski sudah menerima SK sebagai Plt, Sudja’i yang dikenal akrab dengan mahasiswa ini, belum melakukan serah terima jabatan dengan rektor sebelumnya, Gunawan Adji. Sebab, serah terima jabatan itu menjadi domain yayasan.

“Soal serah terima jabatan, itu urusan yayasan. Semuanya diserahkan ke yayasan. Itu bukan tugas saya,” tegasnya.

Ia memastikan usai menerima SK Plt Rektor, dirinya baru memiliki kewenangan. “Kalau saya menulis surat, lalu tidak ada kewenangannya, akan kacau,” tegasnya lagi.

Sebagai Plt Rektor, Sudja’i diberi tugas menyelesaikan problem krusial Unsuri selama tiga bulan ke depan. Karena itu, saat ini ia selalu mengadakan rapat rutin dengan pihak-pihak terkait, terutama dengan Senat Unsuri.

“Sebagai Plt terikat dengan Ad-Art. Saya menyiapkan semuanya selama tiga bulan untuk definitif. Saya mengantarkan untuk itu. Saya tidak mengerti untuk langkah selanjutnya.  Masalah definitive, pasrah ke yayasan. Saya sendiri sudah lama di sini (Unsuri red.),” katanya lagi.

Masih menurut Sudja’i, salah satu problem yang harus diselesaikan adalah kedisiplinan. Sebagai rektor, ia harus selalu stand by di Unsuri. Karena, diakui, beberapa Rektor sebelumnya, nyaris tidak fokus mengelola Unsuri.

“Artinya saya harus stay di Unsuri, day by day, minute by minute, ini perlu sekali. Ditunggui itu penting, ada masalah, cepat teratasi,” jelasnya serius.

Kinerja Rektor di kampus, jelasnya, menjadi tantangan Unsuri ke depan. Kinerja istiqomah dari pimpinan kampus menjadi modal kemajuan lembaga pendidikan. Mengelola suatu pendidikan, tidak bisa dengan seenakannya.

“Kan tidak diketahui bila ada problem bermunculan. Misalnya nggak ada dosen, maka harus ada pengawasan secara ketat,” ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, tantangan lainnya adalah menjaga kekompakan pegawai. Untuk nenjaga kekompakan, hubungan silaturrahmi perlu, jangan sampai ada yang menggangu. Kondusifitas harus ada. Jadi, ketika (kampus) kondusif, maka, sangat mudah digerakkan.

Ditanya soal hubungannya dengan Dr Ir Gunawan Adji, Sudja’i mengaku baik-baik saja. “Sebagai manusia saya dengan rektor sebelumnya, Pak Gunawan, tetap ada komunikasi,” akunya.

Sementara, Gunawan Adji ketika dihubungi duta.co menjawab singkat, bahwa, dirinya tidak tahu kalau diganti, karena sampai detik ini belum mendapatkan SK pergantian Rektor. “Masak sih, saya kok belum terima SK-nya. Logikanya saya tahu duluan ketimbang Anda,” katanya singkat. (azi)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.