MELEPAS BALON : Rektor UIN Maliki Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg dan Walikota Malang saat melepas balon sebagai tanda Kick Off Maulidiyah Dies Natalis ke-59. (duta/dedik ahmad)

MALANG | duta.co – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang memperingati Dies Maulidiyahnya yang ke 59. Dimana dalam usia tersebut merupakan filosofi angka yang istimewa yang menunjukan semangat revolusi menuju Smart Islamic University.

Menurut Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris Mag, bahwa momen maulidiyah dies natalis ini dirasa sangat istimewa. Ditandai dengan angka usia 5 dan 9. Lima dapat dimaknai perbedaan dalam persatuan, dimana jari manusia, termasuk sila dalam Pancasila, juga jumlah rukun Islam menunjukan angka tersebut. Hingga dapat ditarik benang merahnya bermakna perbedaan yang menjadi persatuan.

“Sedangkan angka 9, merupakan nilai tertinggi. Juga merupakan angka keemasan, yang dapat dimaknai kampus ini menuju puncak kejayaan. Namun semua butuh revolusi perubahan yang cepat menuju prestasi,” ungkap Prof Haris, Selasa (29/09).

Lebih lanjut orang nomer satu di UIN malang ini menyampaikan, bahwa saat ini semua sudah mulai ditantang oleh keadaan karena pandemi. Mau atau tidak semua menggunakan media teknologi informasi dan semua nanti layanan itu harus digunakan menggunakan teknologi informasi. Dengan demikian akan efisiensi semuanya, waktu, jarak dan efektivitas bisa menghemat. Hemat anggaran, biaya maupun operasional.

Sedangkan tagline Smart Islamic University merupakan bentuk pelayanan kampus ini yang telah memiliki sistem PTIPD. Dimana sudah disiapkan pula pusat komputer dengan aplikasi penunjang seperti Zoom.

Ini merupakan rintisan dari Smart kampus, dan sudah dimanfaatkan tapi masih perlu pembenahan kecil. Dalam aplikasi ini dapat membantu mencari ruangan atau seseorang di area kampus dengan tinggal sekali klik saja.

Dalam kesempatan yang sama, Wali kota Malang, Drs H Sutiaji yang hadir dalam Kick Off Maulidiyah Dies Natalis UIN Malang ini menyampaikan, bahwa dengan usia yang matang, kampus ini dapat berkontribusi dalam pembangunan di negara ini. Dengan mengedepankan nilai-nilai revitalisasi yang mengedapankan uswahtun hasanah.

“Melihat perkembangan jaman yang semakin mengkhawatirkan dari sisi peradaban, UIN sudah menjadi uswa, dan saya bangga menjadi alumninya,” ungkap Sutiaji.

Wali kota Malang ini pun menyampaikan pula, kerjasama semua komponen bangsa dalam membangun negara tidaklah dapat berhasil jika tanpa Pentahelix. Sedangkan salah satu elemen tersebut diantaranya perguruan tinggi, diaman ilmu tidak akan pernah punah oleh revolusi waktu. dah

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry