(Ki-ka) Direktur NH, dr Hendra Hendri, dr Heri Subianto dan Wei Wang dari West China Hospital, Sichuan University, Chengdu, China saat ditemui di lobby NH, Kamis (23/4/2026). DUTA/ist
SURABAYA | duta.co- Rumah sakit swasta di Surabaya, National Hospital (NH) siap menerima pasien mental disorder untuk dilakukan Psychosurgery.

Dengan alat canggih yang dimiliki serta dokter handal, NH juga bekerjasama dengan ahlinya yang bernama Wei Wang dari West China Hospital, Sichuan University, Chengdu, China.

Direktur NH, dr Hendra Hendri mengatakan NH selama ini sudah banyak bekerjasama dengan ahli dari China. Sebelumnya kerjasama untuk pasien kanker dan kali ini untuk pasien mental disorder.

“China itu pasien mental disorder sudah banyak dan mereka memiliki ahli banyak dan alat canggih. Kita perlu bekerjasama dengan mereka,” katanya, Kamis (23/4/2026).

Diakui dr Hendra, Indonesua tidak boleh kalah dengan negara lain untuk layanan kesehatan. Agar masyarakat tidak lari ke luar negeri untuk mencari pengobatan. “Kita harus bisa memberikan layanan kesehatan yang bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Selama sepuluh tahun terakhir, pasien dengan mental disorder ini sudah semakin  meningkat. Tidak hanya dengan terapi obat-obatan biasa, namun sudah membutuhkan penanganan yang lebih canggih lagi. Melalui National Hospital  Neuroscience Center (NHNC), dr Hendra berharap pasien bisa tertangani dengan baik.

Sementara itu, dokter ahli bedah syaraf National Hospital,  dr. Heri Subianto SpBS (K) Subsp. NF., FINPS menyebut penanganan pasien mental disorder memang ada yang tidak bisa dengan terapi biasa. Dibutuhkan penanganan yang lebih mendalam agar kualitas hidup pasien bisa lebih baik.

“Dengan alat canggih, bisa diketahui, di mana letak masalah sehingga pasien mengalami mental disorder yang tidak cukup dengan obat-obatan biasa. Kita bisa tahu, letak listrik yang konslet dimana, sehingga kita bisa perbaiki kondisi itu,” jelasnya.

Dengan penanganan yang tanpa pembedahan atau microsurgery, penanganan atau operasi ini minim sayatan. “Tidak sampai yang membuka kepala. Alat canggih yang langsung melakukan aksi tepat sasaran,” tandasnya.

Manajemen NH tidak bersedia menyebut berapa biaya yang dibutuhkan untuk penanganan pasien mental disorder yang ingin melakukan Psychosurgery.

Yang pasti, penanganan pasien tidak langsung dengan operasi melainkan harus diawali dengan pemeriksaan awal, penanganan dan juga terapi pascaoperasi. “Rangkaian pemeriksaan akan dilakukan hingga pasien benar-benar bisa kembali sembuh. Dan tingkat kesembuhannya di atas 50 persen,” tutur dr Heri. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry