MAFIA : SMA Negeri 2 Kota Kediri merupakan sekolah paling favorit di Kediri Raya (Nanang P. Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN tahun 2021 memang telah resmi dibuka bahkan dimulai Bulan Januari kemarin. Diberitakan sebelumnya, Drs. Sumiarso selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Kediri, menyampaikan untuk siswa di Kediri, dibuka sejak Senin kemarin dan akan ditutup pada 24 Februari 2021.

Mengutip pernyataan Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Dr Budi Prasetyo Widyobroto menyebutkan, bahwa ini merupakan program siswa yang dipilih oleh sekolahnya. Untuk bisa mengikuti dan mendaftar SNMPTN disebut sebagai siswa eligible.

“Siswa eligible merupakan siswa yang dinyatakan layak mendaftar SNMPTN 2021. Daftar siswa eligible ini dapat dicek melalui situs web LTMPT atau situs web Kemendikbud. Data jumlah siswa dan status akreditasi sekolah untuk menentukan kuota siswa peserta SNMPTN 2021 dapat dilihat melalui situs web PUSDATIN-PDSPK Kemendikbud di http://pd.data.kemdikbud.go.id/ltmpt/,” jelasnya.

LTMPT akan menentukan berapa kuota pendaftar SNMPTN pada setiap sekolahnya. Namun sekolah yang akan menentukan siapa saja yang dapat mendaftar SNMPTN yang sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Namun SNMPTN juga memiliki persyaratan yang harus dipenuhi oleh sekolah dan siswa.

Sekolah dengan akreditasi A, maka 40% siswa terbaik di sekolah dapat mendaftar, untuk akreditasi B, maka 25% terbaik di sekolahnya dapat mendaftar dan untuk akreditasi C dan lainnya, 5% terbaik di sekolahnya dapat mendaftar. Sebelum itu, sekolah harus mengisi PDSS. Adapun dianggap siswa eligible dinyatakan lolos oleh sekolah untuk mengikuti SNMPTN  harus memenuhi lima persyaratan

  1. Siswa memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN
  2. Siswa memiliki NISN dan terdaftar dari PDSS
  3. Nilai rapor semester 1 hingga semester 5 yang telah diisikan di PDSS
  4. Peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio
  5. Siswa harus memiliki akun LTMPT untuk bisa mengikuti seleksi masuk PTN, baik SNMPTN, UTBK maupun SBMPTN di tahun 2021.

Data Siswa SMADA Eligible?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MAFIA : Data siswa yang lolos Program SNMPTN tahun 2021 dikeluarkan SMADA Kota Kediri (istimewa/duta.co)

Nah, dari kelima persyaratan tersebut tentunya untuk point 1, 2, 4 dan 5 sangat mudah untuk ‘diakali’ namun  tidak untuk point nomor 3 karena ini harus melibatkan guru pembimbing dan tentunya kepala sekolah. “Bukan hal sulit bagi orang tua yang berduit, anaknya cukup les privat pada guru pembimbing agar mendapat nilai harian. Maka yang diisikan di raport merupakan nilai olahan ini, akhirnya terlihat baik,” ungkap salah satu wali siswa saat dikonfirmasi Selasa (16/02).

Tentunya dengan nilai harian yang baik hasil olahan ini, rangking siswa akan naik dan nyaris mendekati siswa yang benar – benar pandai. “Jika kami tidak punya uang buat leskan anak, namun anak kami jelas berprestasi. Bahkan bisa dilihat riwayat pendidikannya sejak SD dan SMP. Ini malah ada beberapa nama yang mohon maaf tidak berprestasi di kelas, tiba – tiba namanya muncul dalam surat keputusan ditandatangani kepala sekolah,” imbuh wali siswa lainnya.

Bila kemudian ada keterlibatan oknum guru pembimbing dan oknum kepala sekolah, tentunya kasus ini bakal rame. Sulchan .M. Noer, salah satu alumni SMA Negeri 2 Kota Kediri. Termasuk diantara deretan tokoh dalam kepengurusan IKASMADA, termasuk salah satu orang merasa kaget atas kasus ini. Dia pun secara tegas merekomendasikan agar kasus ini dibawa ke ranah hukum karena menyangkut nama baik almamater dan nasib generasi muda.

“Dunia pendidikan jangan sampai dijadikan ajang mencari kekayaan, Ungkap terus kalau ada alat bukti valid laporkan saja ke aparat penegak hukum biar jera. Saya juga mendapat  laporan, bahwa nilai rapor bisa diubah oleh team atas perintah KS. Yang tahu nilai aslinya ya guru, tapi guru – guru takut dengan KS, tidak ada yang berani,” ucap  Sulchan, juga menjabat Ketua DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kediri Raya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry