SURABAYA I duta.co – Pengusutan dugaan tindak pinda korupsi pengadaan mobil sigap di Kabupaten Pamekasan masih berjalan ditempat. Hal itu karena ada dugaan intervensi dari Kajati Jawa Timur.

Karenanya, puluhan orang yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Madura (Gapura), Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK), dan Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) Perjuangan mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Kamis (3/12). Mereka menuntut Kajati melakukan klarifikasi atas dugaan intervensi itu.

“Kami minta Kajati klarifikasi atas dugaan sudah mengintervensi Kejari Pamekasan. Saya dengar juga ada dugaan Menkopolhukam intervensi,” ujar kordinator lapangan aksi, Faizol Dear.

Puluhan massa aksi ini mendesak supaya Kejati Jawa Timur mengeluarkan pernyataan resmi tidak ada intervensi dari Kejaksaan Agung dan Kemenko Polhukam. Selain itu, meminta Kejati mengeluarkan perintah agar dugaan korupsi pengadaan mobil sigap senilai Rp 36,5 miliar di Pamekasan segera ditetapkan tersangka.

“Dengan adanya intervensi itu, jelas akan merusak nama baik kedua instansi tersebut di mata masyarakat. Jangan sampai putra terbaik yang menjadi panutan bagi masyarakat Madura citranya rusak,” ucap Faizol .

Sementara itu, Ketua DPP GAIB Perjuanga , Habib Yusuf Assegaf menyampaikan, kasus dugaan korupsi pengadaan mobil sigap senilai Rp 36,5 miliar disinyalir ada enam orang yang terlibat.

“Kami menduga ada enam orang yang terlibat dugaan kasus korupsi pengadaan mobil sigap itu,” kata Yusuf.

Menurutnya, uang rakyat dibuat bancaan orang-orang yang tidak punya tanggung jawab. APBD berasal dari uang rakyat. “Kami rakyat jelata, meminta agar kasus ini benar-benar diusut sampai tuntas,” tukas Yusuf.

Selain orasi, puluhan massa melakukan sholat ghoib di depan pintu gerbang Kejaksaan Tinggi. Sholat ini dilakukan karena keinginan massa bertemu dengan Kepala Kejati tidak terwujud. (zi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry