EDUKASI : Peresmian SLB Bhakti Pemuda Nahdatul Ulama Kota Kediri (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Keberadaan Nahdatul Ulama Cabang Kota Kediri semakin melebarkan sayap di bidang dunia pendidikan. Selama ini NU dikenal banyak memiliki pembinaan pendidikan Diniyah hingga perguruan tinggi. Kali ini meresmikan sekolah dengan pendidikan khusus, diberi nama SLB Bhakti Pemuda Nahdatul Ulama Kota Kediri, Kamis (27/02).

Hadir dalam acara ini, Ketua PCNU, KH Abu Bakar Abdul Jalil, Rais Syuriah, KH. Abdul Hamid Abdul Abd. Qodir, pengurus PCNU KH. Agus Rofi’udin Romli, Ketua Yayasan SLB Bhakti Pemuda, Nur Khamid, S.Pd, wakil pemerintah kota, Tim PKK, tokoh masyarakat dan wali murid.

Disampaikan ketua yayasan bahwa keberadaan SLB ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1993, dimana keberadaan bangunan berada di atas tanah wakaf. “SLB ini berdiri telah lama dan selama ini berdiri di atas tanah wakaf. Tidak ada tujuan kami, selain memberikan bekal ilmu pendidikan kepada anak – anak berkebutuhan khusus. Kami merasa bersyukur karena SLB ini telah resmi berada dalam struktur NU Kota Kediri. Untuk itu, nama yayasan pun berubah kini bernama Yayasan Pendidikan Luar Biasa Bhakti Pemuda Nahdatul Ulama Kota Kediri,” terang Nur Khamid.

Ketua PCNU akrab disapa Gus Ab, merasa bersyukur diberi kesempatan untuk memberikan pembinaan kepada umat berkebutuhan khusus. “Saat datang pertamakali saya terkesan. Saat bertanya adakah yang bisa baca Pancasila, tolong berdiri. Ternyata ada anak yang mengangkat tangannya saja, ternyata anak tersebut cacat. Lalu ada salah satu murid selalu ramah kepada siapapun dan mampu menjaga teman – teman lainnya,” ungkap Gus Ab.

Diterangkan Gus Ab, dalam 20 tahun terakhir, sekolah ini berdiri di atas tanah wakaf NU. Jadi agar mudah mensinergikan dalam segala hal terkait SLB tersebut maka akan dikelola sepenuhnya oleh NU di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif. “Kami akan sinergikan pola pendidikan dan melatih kemandirian, seperti mengajarkan peternakan, bertanam serta kegiatan lainnya. SLB ini tentunya satu-satunya di Indonesia yang dimiliki oleh NU,” jelasnya.

Ketua PCNU Terkesima Penampilan Siswa SLB

EDUKASI : Dodik merupakan salah satu siswa mengalam low vision (Nanang Priyo/duta.co)

Perlu diketahui, kini SLB memiliki 10 guru dan 49 murid terdiri siswa Tuna Grahita dan Tuna Daksa. Orang tua murid bangga dengan masuknya NU secara resmi kedalam pengelolaan SLB. Mereka berharap di bawah bimbingan NU juga mendapatkan ilmu agama. Salah satu yang menarik perhatian tamu undangan dalam peresmian SLB NU, penampilan musik gamelan oleh siswa SLB.

Terdapat tujuh siswa yang memainkan beberapa klentingan nada melalui gamelan meski berlatih hanya dalam waktu satu bulan. Menjadi tantangan tersendiri bagi pengajarnya, Sri Suwondo, warga Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Kota Kediri menjadi guru pengajar musik gamelan.

“Perlu waktu 1 bulan dengan waktu latihan 3 hari dalam seminggu agar siswa bisa menampilkan musik gamelan dalam acara tersebut”, terang Siti Mas’ulah, Kepala Sekolah SLB.

Ingatan jangka pendek yang rata-rata diderita siswa Tuna Grahita menjadi kendala dalam latihan. Harus sering diulang agar mereka bisa mengingat bagian mana yang harus di ketuk atau ditabuh.

“Kesulitan lain untuk siswa tuna daksa yang juga ikut menjadi penampil. Penglihatan yang sangat kurang. Bagi penderita low vision perlu membiasakan untuk mengetuk atau memukul gong yang mana, tanpa perlu melihat dengan seksama,” jelas Sri Suwondo. (fan/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry