Irkham Fahmi al-Anjatanidi

SURABAYA | duta.co – Sehari kemarin, Minggu (28/6/2020) netizen geger dengan postingan Irkham Fahmi al-Anjatanidi akun facebook-nya. Judul narasinya sangat mengejutkan: BANSER MENGEPUNG KANTOR PDIP. Maklum, saat ini publik sedang tegang dengan isu PKI.

Meski narasi itu disertai kalimat: ‘Harap Dibaca Tuntas’, dan diketahui hanya sebuah mimpi, tetapi, publik sempat gaduh. Sejumlah Banser keberatan dengan narasi tersebut. “Hari ini teman-teman mendatangi rumah Irkham Fahmi untuk klarifikasi, apa maksudnya,” terang mantan Pengurus Pusat GP Ansor kepada duta.co, Senin (29/6/2020).

Hasilnya, bisa dilihat di akun facebook Irkham Fahmi al-Anjatanidi, bahwa, yang bersangkutan telah meminta maaf di depan anggota Banser. Video berdurasi 1 menit 20 detik itu, dinilai cukup untuk menjelaskan kekhilafannya.

“Nama dan tanggal lahir juga (dibaca) ya..,” tanyanya kepada sejumlah anggota Banser yang datang di rumahnya. Pertanyaan ini langsung dijawab ‘Ya’.

“Bismillahirrahmanirrohim, surat pernyataan. Nama, Irkham Fahmi, tempat tanggal lahir 16 Juni 1988…. Dengan ini saya menyatakan merasa bersalah atas upload saya di media sosial facebook terkait narasi ‘Banser Mengepung Kantor PDIP’ yang berdalih mimpi,” jelasnya.

Atas unggahan tersebut, yang pada akhirnya membuat kegaduhan di kalangan netizen dan saudara-saudara Banser se-Indonsia. “Untuk itu saya mohon maaf atas kejadian tersebut, dan bersedia untuk menghapus postingan tersebut serta mengunggah permohonan maaf ini di media sosial facebook sebagai pertanggungjawaban moral saya pada pihak-pihak terkait atas postingan saya,” tambahnya.

“Saya berjanji untuk tidak mengulangi apa yang saya lakukan di kemudian hari. Demikian pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak mana pun setelah dilakukan proses tabayun,” pungkasnya.

Seperti yang tersebar di medsos, narasi bertajuk ‘BANSER MENGEPUNG KANTOR PDIP’, bisa mengecoh pembaca, kalau hanya judul yang dibaca. Padahal, narasi itu berangkat dari mimpi. Sementara ikhwal mimpi itu, ditaruh paling bawah.

“Ribuan anggota Banser mengepung kantor PDIP di beberapa daerah. Hal itu terjadi karena mereka geram terhadap PDIP yang berusaha mengubah Pancasila menjadi Ekasila dan Trisila. Mereka marah dengan Partai berlambang banteng moncong putih itu. Beberapa anggota PDIP disergap dan digebukin oleh Banser,” tulisnya.

“Dengan teriak-teriak “NKRI Harga Mati, Saya NKRI Saya Pancasila” pasukan berseragam loreng loreng mirip militer itu tanpa ampun menghajar orang-orang PDIP. Semua sudut kantor PDIP disisir habis guna mencari orang-orang yang bersembunyi di balik meja,” terusnya.

“Selain itu pasukan Banser yang gagah berani itu juga membakar bendera dan berbagai aksesoris PDIP. Sebagian dari anggota PDIP lari tunggang langgang menyaksikan amukan pasukan garda terdepan penjaga NKRI tersebut. Mereka terbirit-birit ketakutan hingga tidak peduli lagi dengan motor-motornya yang ditinggal di parkiran,” lanjutnya.

Dua alenia terakhir, Irkham Fahmi menulis: “Seperti itulah mimpi saya tadi malam. Benar-benar seperti asli saya melihat betapa gagah beraninya pasukan terdepan penjaga NKRI itu. Andai saja adzan shubuh tidak berkumandang, pasti mimpi itu akan lebih seru dan menegangkan.”

“Jangan tanyakan kenapa saya mimpi seperti itu, karena itu datang secara tiba-tiba. Mungkin karena saya sering mendengar teriakan mereka yang selalu mengaku sebagai pasukan terdepan penjaga Pancasila. Dan mimpi ku ini ternyata yang menjadi momen pembuktiannya,” pungkasnya.

Semoga dengan permohonan maaf ini, semua menjadi jelas. (mky)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry