Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso melakukan peletakan batu pertama untuk renovasi kolam aquatic therapy milik YPAC, Sabtu (27/11/2021). DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) membantu merenovasi aquatic therapy (hydrotherapy) Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Surabaya.

Peletakan batu pertama renovasi salah satu fasilitas penting di yayasan tersebut dilakukan Dekan FK Unair Prof Budi Santoso, Wakil Rektor Unair Prof Nyoman, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Dr Alwi dan para alumni FK Unair 1968 hingga 2015, Sabtu (27/11/2021).

Bantuan ini diberikan dalam rangkaian Dies Natalis ke-67 Unair dan memperingati 108 tahun Pendidikan  Dokter di Surabaya.

Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso mengatakan bantuan ini diberikan setelah FK Unair berkonsultasi dengan YPAC tentang fasilitas yang saat ini dibutuhkan. “Mereka menyebut aquatic therapy ini ya sudah kita lakukan,” kata Prof Bus, panggilan akrab Prof Budi Santoso.

Aquatic therapy sebenarnya sudah dimiliki YPAC. Namun pihak pengelola merasa kolam itu sudah tidak memadai seiring dengan bertambahnya siswa dan juga perkembangan fisik siswa.

“Sudah ada sebelumnya, tapi  kurang tinggi katanya karena anak-anak YPAC sudah tinggi-tinggi,” ungkap Prof Bus.

Pembina YPAC, dr Fatkur Rohman mengaku aquatic therapy menjadi salah satu fasilitas penting di YPAC. Apalagi siswa di YPAC kebanyakan mengalami tuna daksa dan cerebral palsy (lumpuh otak).

“Air itu memiliki daya apung. Terapi berjalan bagi anak tuna daksa akan lebih mudah dilakukan di dalam air. Lebih ringan bagi mereka. Jadi sangat bagus untuk terapi,” jelas dr Fatkur.

Selain itu ditambahkan Slamet Purnowo selaku fisiterapis YPAC, di kolam aquatic therapy  ini siswa YPAC memiliki rasa percaya diri karena mereka yang semula hanya duduk di kursi roda atau di tempat tidur, di dalam kolam bisa berdiri dan berjalan. “Betapa pentingnya kolam itu. Sehingga kami bersyukur dan berterimakasih ada yang bantu merenovasinya,” tuturnya.

Nantinya selain lebih tinggi, tempat itu ini akan dilengkapi dengan fasilitas lainnya. Sehingga anak-anak YPAC tidak hanya bisa melakukan terapi tapi juga bisa bersenang-senang dan terhibur.

Apa yang dilakukan FK Unair ini diapresiasi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur. Kadinsos, Dr Alwi mengaku senang ada yang peduli dengan disabulitas. “Bagaimanapun disabilitas itu generasi bangsa dan harus terus dididik supaya mandiri,” tandasnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry