LCC : Aprilia Sonia Putri bersama timnya SMP PGRI Gurah (Ahmad Mafruchi / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Banyak kisah menarik dibalik kemeriahan acara Lomba Cerdas Cermat Tingkat SMP dan MTs se-Kabupaten Kediri digelar Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri bertempat di Aula Kejaksaan. Terpaksa bangun pagi hingga harus tidur pagi, menjadikan para peserta ini merasa terkesan mengikuti acara digelar Korps Adhyaksa dalam rangka Peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) se-dunia Tahun 2019.

Ditemui usai acara pada Kamis (21/11), kemudian dipastikan SMPN 1 Mojo lolos di babak penyisihan untuk bertanding di babak perempat final. Halwa Wahidah menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tuanya dan kerja keras dilakukan para guru pendamping.

Dia mengaku sempat merasa ketegangan saat memasuki ruangan cerdas cermat. Namun kemudian dengan rasa percaya diri, akhirnya dirinya bersama tim mampu menjawab pertanyaan dilontarkan pembawa acara.

“Perasaanya tadi sempat tegang. Untuk persiapan mengikuti cerdas cermat ini, hafalan setiap malam sampai jam dua pagi. Saya sampaikan terima kasih kepada bapak ibu sudah mendoakan saya. Persiapan untuk babak berikutnya hafalan lagi seperti kemarin,” ucap siswa kelas 8A

Terpaksa Tidur Pagi

LCC : Halwa Wahidah dari SMPN 1 Mojo didampingi guru (Ahmad Mafruchi / duta.co)

Meskipun kalah, namun tidak menjadikan peserta meawakili SMP PGRI Gurah merasa patah semangat. Bahkan, disampaikan Aprilia Sonia Putri, bahwa acara tadi berlangsung seru dan dirinya sangat tertantang untuk berpikir cepat dan segera memberikan jawaban dengan tepat.

“Tadi suasananya lomba sangat seru, banyak soal sebenarnya saya bisa jawab namun tim lain sudah duluan tekan bel-nya. Namun, saya merasa bangga ikut lomba ini, karena selain mengasah otak, juga diajarkan cara berfikir dengan cepat. Persiapan kami hampir satu minggu, belajar tentang anti korupsi,” ungkapnya.

Pendididikan Karakter Anti Korupsi

LCC : Nining Erna Ningsih, guru pendamping dari SMPN 1 Mojo (Ahmad Mafruchi / duta.co)

Anak didiknya dipastikan lolos dibabak berikutnya, menjadikan Nining Erna Ningsih, guru pendamping dari SMPN 1 Mojo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejari Kabupaten Kediri. “Acara seperti ini bagus, karena bisa memberi wawasan kepada siswa khususnya lebih mengenal KPK, paham anti korupsi dan kedepannya memahami tentang Kejaksaan,” ungkapnya.

Bahwa kegiatan seperti ini, menurutnya, juga bagian dari program pendidikan karakter di luar kelas. “Bila acara seperti ini berkelanjutan, akan membentuk karakter siswa dalam hal ini generas muda menjadi sosok yang bagus dan berbudi pekerti. Misalkan, kelak nanti siswa-siswi menjadi pegawai tidak melakukan tindak korupsi,” jelasnya. (rci/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry