DIALOG : Cawapres Sandiaga Uno saat berdialog dengan masyarakat di Mojokerto. Duta/arif

MOJOKERTO  | duta.co -Cawapres nomer urut 02, Sandiaga Uno mengelar dialog dengan masyarakat di Mojokerto, Senin (18/3). Acara yang digelar di lapangan Desa Watesnegoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto itu dikemas dialog interaktif dengan petani, buruh dan pelaku UMKM. Dalam acara, Sandiaga mendapatkan sejumlah keluhan.

Dari atas panggung, Wagub DKI Jakarta non aktif ini menyerap aspirasi dari perwakilan warga. Kepada Sandiaga, perwakilan petani meminta agar pupuk, benih, serta obat-obatan untuk pertanian diperlancar distribusinya dan harganya dijadikan lebih terjangkau. Para petani juga meminta harga panen mereka dijamin tidak anjlok saat panen raya.

Untuk pelaku UMKM di Mojokerto mereka menyampakan keluhan soal biaya produksi yang kian tinggi. Sementara para buruh pabrik meminta upah ditetapkan menjadi lebih layak bagi kehidupan mereka.

“Itu menjadi aspirasi merata di seluruh Indonesia,” kata Sandiaga kepada wartawan.

Ia mengatakan pasangan Prabowo-Sandiaga mempunyai pendekatan berbeda dengan kubu petahana. Menurut dia, pihaknya akan fokus ke pembangunan manusia Indonesia jika terpilih dalam Pilpres 17 April nanti.

“Bahwa pemerintahan ke depan fokus ke pembangunan manusia Indonesia bukan hanya fokus pembangunan fisik. Jelas perbedaan pendekatan Prabowo-Sandi dengan pemerintahan yang sekarang. Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat menetapkan pilihan secara mantap tanggal 17 April,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno juga menilai kartu-kartu yang diluncurkan pemeritah untuk masyarakat, kurang efisien. Menurut dia, cukup dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik masyarakat bisa mendapatkan berbagai pelayanan dari pemerintah.

“Bagi kami Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang sudah dipegang oleh masing-masing masyarakat itu sudah memiliki aspek teknologi, sudah ada chip di dalamnya. Dan sudah triliunan rupiah kita keluarkan untuk sistem tersebut,” jelasnya.

Cawapres nomor urut 2 ini menjelaskan, KTP elektronik yang sudah diterima mayoritas penduduk Indonesia bisa merekam berbagai data pemegangnya. Data tersebut selanjutnya bisa digunakan oleh pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan begitu, menurut dia, pemerintah tak perlu lagi membuat kartu-kartu baru seperti yang dilakukan pemerintahan sekarang. Mulai dari Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga kartu PKH untuk menerima bantuan sosial. Pembuatan kartu-kartu baru justru membebani keuangan negara.

“Jadi, untuk masyarakat tak perlu mendapatkan kartu-kartu baru. Dengan kartu tersebut (KTP elektronik), dengan single identification number, dengan pengelolaan big data, dengan teknologi informasi terkini, zaman now, itu tidak perlu menambah birokrasi kartu-kartu baru dan menambah beban anggaran kartu-kartu baru,” terangnya.

Sandiaga berjanji, cukup dengan KTP elekteronik, penduduk Indonesia akan mendapatkan berbagai pelayanan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaaan.

“Prabowo-Sandi cukup dengan Kartu Tanda Penduduk elektronik masyarakat akan mendapatkan akses layanan pendidikan, layanan kesehatan, sembako murah maupun juga untuk ketenagakerjaan,” tandasnya. (ari)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.