Aneka produk makanan ringan yang diproduksi PT Siantar Top Tbk (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Pandemi covid-19 tidak terlalu banyak mempengaruhi penurunan kinerja dari PT Siantar Top Tbk. Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan ringan di Jatim ini kinerjanya tetap positif di tengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung. Diantara produksi Siantar Top

yaitu mie (snack noodle, antara lain: Soba, Spix Mie Goreng, Mie Gemes, Boyki, Tamiku, Wilco, Fajar, dll), kerupuk (crackers, seperti French Fries 2000, Twistko, Leanet, Opotato dll).

Kinerja Siantar Top hingga semester  I tahun 2021mengalami kenaikan penjualan  sebesar 6,89% menjadi Rp 1,92 triliun. Hal ini didukung karena ekstensifikasi dan intensifikasi penjualan lokal maupun ekspor yang terus dipacu memanafaatkan peluang pasar yang masih terbuka.

“Untuk laba bersih perseroan tahun 2020 sebesar Rp 278 Miliar. Sementara tahun 2021 sebesar Rp 264 Miliar sehingga laba bersih mengalami penurunan sebesar 1,74% ,” kata Agus Suhartanto Direktur Utama PT Siantar Top Tbk .

Untuk kinerja hingga akhir tahun 2021 PT Siantar Top Tbk tetap masih berupaya mencapai pertumbuhan 2 digit sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pertumbuhan dipacu dari pasar dalam dan luar negeri. Selain itu untuk tahun ini perseroan masih tetap akan melakukan pengembangan pabrik yang berlokasi di Pasuruan.

“Kontribusi market ekspor terhadap total penjualan perseroan sekitar 10% pada semester I tahun 2021 terhadap total penjualan . Tujuan ekspor meliputi negara , Taiwan, South Korea, China, Jordan, Thailand, Srilangka, Hongkong, Palestina, Mauritius, Nepal, United Emirat Arab, Arab saudi, Vietnam dan lain-lain,” ujarnya.

Menjelaskan besaran capex Perseroan ditahun 2021 sebesar Rp 450 Miliar yang akan dialokasikan untuk anak perusahaan, perluasan usaha PT. Siantar Top Tbk, dan Pelunasan Obligasi.

“Market export masih tetap mengalami pertumbuhan yang stabil. Tahun ini Perseroan tetap berupaya mengembangkan pasar export dengan ekstensifikasi dan intensifikasi produk yang ada, khususnya produk baru yang perlu lebih dikenalkan untuk memacu penjualan,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2021 banyak produk baru yang dirilis perseroan seperti , Tic Tic Sambel colek  cbp 2000 dan 7000 yang di launcing pada akhir Tahun 2020, Gemez spicy polibag cbp 7000 launching pada awal tahun 2021, dan Perseroan juga mempersiapan launching product FF level III dan Twistko CBP 2000, Gemez bumbu tabur  disemester II.

“Sejauh ini respond market terhadap produk baru Siantar masih cukup bagus. Respon pasar yang bagus bisa dilihat dari kenaikan angka penjualan meski saat ini masih masa pandemi. Semua produk line berkontribusi dengan prosentase yang hampir sama sekitar 20 % – 30 %,” jelas Agus Suhartanto. Imm

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry