
JOMBANG | duta.co – Di tengah dinamika yang mengemuka di tubuh PBNU, jajaran Nahdliyin di tingkat akar rumput justru menunjukkan keteguhan dalam merawat tradisi keagamaan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Jogoroto kembali menggelar Majlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor di Musholla Ar Raudhoh, Dusun Corogo, Desa Janti, Jumat Malam (21/11/2025).
Kegiatan rutin tersebut dihadiri pengurus Ansor Banser, MWCNU Jogoroto, Muslimat, Fatayat, perangkat Pemerintah Desa Janti, Babinsa, Babinkamtibmas, jamaah musholla, serta masyarakat sekitar. Antusiasme lintas unsur ini memperlihatkan kuatnya soliditas warga dalam menjaga amaliah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Ketua PAC GP Ansor Jogoroto, Samsul Huda, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh warga setempat.
“Kami berterima kasih kepada Takmir Musholla Ar Raudhoh dan seluruh jamaah yang bersedia menjadi tuan rumah kegiatan ini. Terima kasih juga kepada para donatur Sahabat Ansor Peduli yang berbagi dengan anak yatim. Semoga menjadi amal jariyah,” ujarnya.
Kepala Desa Janti, H. Mustain, turut mengapresiasi dipilihnya wilayahnya sebagai lokasi majlis. “Semoga membawa keberkahan bagi warga Dusun Corogo dan seluruh Desa Janti,” tuturnya.

Ketua MDS, Rijalul Ansor PC GP Ansor Jombang, Gus M. Syarifuddin, menegaskan bahwa majlis tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga identitas keagamaan warga NU.
“MDS Rijalul Ansor bertugas menjaga aqidah, amaliah, dan tradisi Aswaja. Kami mengajak para pemuda NU memperkuat barisan dan berkhidmah untuk umat,” tegasnya.
Tausiyah disampaikan KH. Muhammad Ali Imron, Wakil Katib Syuriyah PCNU Jombang. Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan bahaya tamannī angan-angan kosong tanpa ikhtiar sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi dalam Naṣā’iḥul ‘Ibād.
“Banyak orang ingin derajat orang saleh, ingin surga, ingin mulia, tetapi tidak mau berusaha. Tamannī adalah saudara kemalasan dan dapat merusak hati,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyaluran santunan untuk anak yatim melalui program Sahabat Ansor Peduli. Di tengah memanasnya isu di tingkat pusat, rutinitas MDS Rijalul Ansor Jogoroto menjadi penegas bahwa kader di bawah tetap istiqamah menjaga tradisi, memperkuat spiritualitas, dan merawat persaudaraan dalam bingkai Aswaja An-Nahdliyah. (din)





































