PATUH SEMARU: Sejumlah anggota Polrestabes Surabaya sedang memeriksa kelengkapan pengendara dalam gelar ‘Operasi Patuh Semeru 2019’ di Surabaya. Duta/Ridho

SURABAYA | duta.co – Kurun waktu dua minggu ‘Operasi Patuh Semeru 2019’, angka pelanggaran lalu lintas (lalin) di Kota Surabaya meningkat sekitar 100 persen dibandingkan dengan tahun 2018. Jika pada 2018, penindakan pelanggar lalin sebanyak 20 ribu, pada 2019, mencapai 43,5 ribu pelanggar yang ditilang.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia menjelaskan, melawan arus menjadi pelanggaran yang paling banyak tercatat pada ‘Operasi Patuh Semeru 2019’ di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

Setelah melawan arus, disusul di posisi kedua pelanggaran terbanyak yaitu tidak memakai helm, dan ketiga yaitu pengendara di bawah umur. Tiga pelanggaran ini tercatat sebanyak 64 persen dari total 43,5 ribu pengendara yang tertilang.

“Dari puluhan ribu tilang tersebut didominasi kendaraan roda dua (R2) dengan jenis pekanggaran tidak memakai helm SNI, melawan arus, menggunakan HP saat mengemudi, batas kecepatan, melebihi muatan serta pengendara di bawah umur,” ujar AKBP Pandia pada Rabu (11/9).

Pandia mengingatkan, sasaran kita ada delapan prioritas dalam Operasi Patuh Semeru 2019, tidak memakai helm SNI, melawan arus, menggunakan handphone saat mengemudi, batas kecepatan, overload atau melebihi muatan, dan dibawah umur. “Itu merupakan ada delapan item menjadi sasaran kita yang memang mayoritas potensi kecelakaan terutama melawan arus,” tegasnya.

Sementara untuk angka kecelakaan mengalami penurunan, jika tahun lalu ada 30 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 2 orang, tahun ini laka ada 27 sementara korban meninggal tidak ada.

“Harapan kita kedepannya otomatis bukan hanya saat operasi patuh saja. Dampak dari pada operasi patuh juga akan selalu teringat di masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap, masyarakat bisa berperan aktif dalam bekerjasama mengingatkan antar sesama untuk tidak melanggar peraturan lalu lintas. Menurutnya, polisi saja tidak akan cukup untuk menyadarkan masyarakat.

“Penambahan motor di Surabaya 12-14 ribu setiap bulannya. Bisa kita kalikan setahun, luar biasa pertambahannya. Kita berharap peran masyarakat ayo kita sama-sama kerja sama untuk menghimbau masyakarat patuh lalu lintas. Sehingga bisa terwujud dan angka kecelakaan bisa kita tekan tentunya,” pungkasnya. tom

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry