Rekapitulasi Pilgub Jatim KPU Sidoarjo. (FT/BarometerJatim)

SIDOARJO | duta.co – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo bagaikan disambar petir. Betapa tidak, daerah yang ditunggu bupati, wakil bupati bahkan ketua DPRD dari PKB ini, jagonya justru tersungkur di Pilgub Jatim 2018.

Rabu (4/7) sore, KPU Kabupaten Sidoarjo menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Jatim 2018. Hasilnya? Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menang telak atas rivalnya, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Dari total 855.059 suara sah, Khofifah-Emil meraih 447.746 (55,87 persen) suara, Saifullah-Puti mendapat 377.313 (44,12 persen) suara atau selisih jauh hingga 11,75 persen, sedangkan 27.745 suara tidak sah.

Acara rekapitulasi dimulai sejak pukul 10.30 WIB dan berakhir tepat pada pukul 15.00 WIB. Dihadiri Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Sidoarjo, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), petugas Kejaksaan Negeri (Kejari), Polresta, serta saksi dari kedua pasangan calon.

Sumber duta.co mengatakan, bahwa, di Sidoarjo PKB bakal dibuat remuk redam. Di sini tokoh-tokoh banyak tokoh-tokoh gusdurian seperti H Masnuh. Di samping itu, tokoh-tokoh NU kultural lebih mencatat ‘kenakalan’ PKB terhadap keluarga Gus Dur. “Saya ini hari ‘pembalasan’. Saatnya memberi pelajaran kepada PKB, partai yang dibesut Gus Dur tetapi justru dipakai untuk menghabisi beliau dan keluarga,” demikian sumber duta.co di jajaran NU.

Sementara Ketua Panwaslu Sidoarjo, Muhammad Rosul mengatakan, Pilgub Jatim di Sidoarjo sudah sesuai prosedur dan tata cara yang diatur dalam UU, Peraturan KPU, Bawaslu maupun Peraturan lainnya. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan sangat berarti bagi Panwaslu.

“Terutama dalam hal strategi pencegahan dan penindakan. Begitu pun sinergitas Pemda, peserta Pemilu, dan penyelenggara juga menjadi penentu keberhasilan Pilgub Jatim di Sidoarjo,” tegasnya.

Rosul tidak memungkiri adanya kendala, terutama soal ketaatan tim kedua paslon. Dia mencontohkan masih ada potensi pelanggaran seperti administrasi dan pemasangan alat peraga kampanye (APK). “Harapannya ke depan menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua KPU Sidoarjo, M Zaenal Abidin. Menurutnya, rekapitulasi penghitungan surat suara berjalan lancar, aman dan damai, serta tidak ada keberatan apapun dari saksi maupun Panwaslu. “Sehingga acara ini berjalan sesuai rencana,” kata Zainal.

Terkait partisipasi pemilih, Zaenal menuturkan cukup meningkat dibandingkan pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo yang lalu. Saat ini, partisipasi pemilih di Pilgub Jatim mencapai 65,81 persen, sedangkan di Pilbup Sidoarjo hanya 56 persen.

“Meningkatnya partisipasi pemilih ini bisa jadi ketertarikan terhadap paslon, dan sosialisasi KPU yang cukup masif dan panjang. Tidak hanya sektor-sektor tertentu, melainkan di masing-masing sektor yang ada di kabupaten Sidoarjo,” tandasnya. (zal,bmt)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.