SURABAYA | duta.co – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Dr Salim Segaf Al Jufri menginstruksikan kepada kadernya agar berikhtiar untuk mewujudkan cita-cita bangsa menjadikan Indonesia negeri maritim dan bahari.

Perintah khusus ini berlaku kepada semua kader di DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta kader yang berada di eksekutif.

“Kita kolabari untuk mewujudkan cita-cita bangsa negeri yang gepah ripah loh jinawi, kalian harus siap mewujudkan cita-cita pendiri bangsa,” ujarnya dalam acara Festifal Laut di Pantai Kenjeran Lama Surabaya, Minggu (27/6/22).

Habib Salim mengapresiasi kegiatan festifal laut yang dihadiri ribuan kader dan para nelayan. Agenda ini bisa terselenggara karena berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi Jawa Timur maupuan Kota Surabaya.

“Bulan Juni hari laut sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Juni, gelaran acara ini menandakan kita serius memperhatian laut,” jelasnya.

Jaga Laut

Dia berpesan kepada kader PKS agar selalu siap menjaga kebersihan laut dan ekosistem yang ada tetap sehat. Karena Indonesia merupakan negara maritim dan bahari terbesar kedua di dunia setelah Kanada.

“Kita harus mengatakan kepada dunia bahwa bangsaa Indonesia akan menjaga laut bersih dan aehat. Kalau bukan kita siapa yang akan menjaga laut,” ungkapnya.

Indonesia, katanya, memiliki 17.580 kepulauan dengan garis pantai 108.000 KM.  Sedangkan di Jawa Timur, 22 dari 38 kabupaten/kota merupakan wilayah pesisir. Memiliki 430 pulau, perikanan dan laut yang besar.

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mensejahterakan nelayan. Tetapi sayangnya, nelayan penyumbang besar angka kemiskinan di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Nasional pada September 2021, jumlah kemiskinan Indonesia mencapai angka 9,71 persen. Nelayan memiliki kontribuasi besar masalah kemiskinan.

“Lautan besar tapi miskinnya nelayan banyak. Lautan begitu luas. Nelayan jumlahnya sekitar 1 juta 600 ribu. Dari 9,71 angka kemiskinan, nelayan nyumbang hampir 30-35 persen,” ungkapnya.

Habib Salim meyakini, dengan kebersmaan dan bergandeng tangan, kolaborasi semua lini, maka bisa mengangkat nelayan keluar dari kemiskinan. Dia mengakui Indonesia memiliki syarat-syarat yang cukup untuk menjadi negara maju.

“Kekayaan alam Indonesia luar biasa, sepanjang tahun ada matahari dan air, dan bangsa-bangsa di dunia membutuhkannya,” tukasnya. (zi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry