
SURABAYA | duta.co – Tindakan tak terpuji seorang PNS asal Sidoarjo yang ikut dalam pesta seks sesama jenis di hotel mewah Surabaya pada Minggu (19/10/2025), menuai kecaman publik. Di tengah upaya pemerintah menegakkan etika aparatur sipil, kasus ini justru membuka sisi gelap perilaku oknum yang mencoreng nama baik instansi.
Dari 34 pria yang diamankan, salah satunya ternyata merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Sidoarjo. Fakta ini sontak menjadi sorotan publik dan menimbulkan gelombang reaksi di berbagai kalangan.
Informasi ini dibenarkan langsung oleh Iptu Eddie Octavianus Mamoto, Kanit Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Ia memastikan bahwa dari puluhan pria yang diamankan dalam pesta tersebut, memang terdapat seorang aparatur sipil negara.
“Iya, benar. Ada seorang PNS yang ikut diamankan saat penggerebekan pesta seks sesama jenis di hotel itu,” ungkap Eddie kepada wartawan, Selasa (20/10/2025).
Menurut Eddie, identitas PNS tersebut diketahui berinisial MS, yang merupakan staf di Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Petugas kini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan untuk mendalami peran dan keterlibatannya dalam pesta tersebut.
Eddie menuturkan bahwa pihak Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait jaringan dan aktivitas kelompok tersebut. Pihaknya menegaskan, setiap peserta yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami sedang dalami apakah kegiatan ini terorganisir atau hanya pertemuan pribadi. Semua peserta sedang diperiksa untuk memastikan adanya unsur pelanggaran hukum,” tambahnya.
Kasus ini sontak memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warganet yang mengecam keras keterlibatan seorang aparatur negara dalam aktivitas amoral tersebut. Publik menilai tindakan tersebut mencoreng citra lembaga pemerintah yang seharusnya menjadi teladan moral dan etika bagi masyarakat.
Hingga kini, pihak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait status kepegawaian MS. Sementara itu, penyidik Polrestabes Surabaya terus melakukan pengembangan untuk mengungkap motif dan jaringan di balik pesta seks sesama jenis yang menghebohkan ini. (gal)





































