PENGALAMAN BERHARGA : 22 Siswa Smamda berfoto bersama didampingi kepala sekolah Astajab (dua dari kanan atas) usai pulang dari Australia selama sepuluh hari dalam program pertukaran pelajar. DUTA/wiwik

SURABAYA | duta.co – Selama sepuluh hari mengikuti pertukaran pelajar di Negeri Kanguru Australia, 22 siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga. Terutama dalam menghormati guru sebagai pendidik.

Di Australia terutama di negara bagian Victoria, 22 siswa itu menimba ilmu sementara di dua sekolah yakni di Lorne P12 College dan di GVGS. Keduanya berada di Victoria. Dari dua sekolah itu, mereka mendapatkan pelajaran bagaimana di negara yang sudah sangat maju, tata krama masih  dijunjung tinggi. Contoh sederhana adalah ketika di sekolah.

Belajar di kelas fisika. DUTA/wiwik

“Kalau di Indonesia, guru masuk kelas, murid masih bicara ngalor ngidul. Tapi kalau di Australia, guru masuk dan mulai bicara semua diam. Kalau masih ada yang bisik-bisik, maka akan disuruh keluar. Siswa pun dengan rela harus keluar kelas. Begitu takut dan hormatnya mereka sama guru-gurunya,” cerita Azzahra Mazaya Khalisah, selaku wakil ketua grup untuk Lorne P12 College tentang pengalamannya di Australia.

Melihat sikap sopan itu, Azzahra merasa malu kalau sekarang harus berlaku tidak hormat kepada guru-gurunya. “Kalau di sana bisa hormat, kita yang menjunjung tinggi budaya timur, apakah harus berbuat tidak hormat, malu,” tambahnya.

Karenanya, Azzahra dan teman-temannya mengambil semua pelajaran-pelajaran baik dari sekolah yang mereka datangi. Terutama masalah kedisiplinan, pola hidup sehat, humble, friendly  dan banyak lagi lainnya.

Kepala Sekolah Smamda, Astajab mengakui Smamda memang sudah lama menjalin relasi dengan dua sekolah itu. Setiap tahun secara bergantian mereka mengirimkan siswa-siswinya untuk bertukar pengalaman.

Tujuannya,agar siswa bisa mendapatkan pengalaman-pengalaman yang nantinya bisa bermanfaat bagi siswa ketika menempuh kuliah. “Siapa tahu ada yang berminat untuk menempuh pendidikan di Australia,” tandasnya.

Karenanya, Smamda sendiri, berupaya kerjasama itu terus berlanjut. Bahkan, ke depan Smamda ingin mengembangkan kerjasama lagi dengan sekolah-sekolah di kawasan Eropa seperti Belanda, Jerman dan Prancis. “Karena banyak lulusan kita yang menempuh pendidikan di sana,” tukasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.