AMBON | duta.co – Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengajak wartawan berkomitmen melawan berita bohong alias hoax. Pasalnya, hoax yang marak bermunculan dua setengah tahun terakhir ini keberadaanya sudah banyak memakan korban.

“Tugas utama jurnalis adalah menyampaikan kebenaran. Kebenaran ini dicemari oleh berita hoax. Wartawan melawan ini,” katanya pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2017 yang dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, di Ambon, Kamis (9/2/2017).

Stanley mengatakan berita hoax  tidak hanya menyebarkan kebohongan tetapi juga menebar kebencian, fitnah, dan ketidakpercayaan, termasuk kepada lembaga publik. Hoax dibuat dalam situs-situs yang seolah-olah situs berita lalu disebarluaskan ke berbagai media sosial.

Media sosial, katanya, tidak lagi hanya sebagai media untuk menyampaikan status, pertemanan, atau berbagi untuk silaturahim, dan menyampaikan kenangan tetapi berubah menjadi penyebarluasan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya. “Ada banyak orang menjadi korban dari media dunia maya ini,” katanya,

Stanley menegaskan masyarakat pers tak akan membiarkan hoax terjadi. Karenanya media arus utama harus berperan aktif menyampaikan kebenaran dengan menyampaikan pemberitaan oleh wartawan yang mempunyai kompetensi dan memegang teguh etik profesi.

Dalam rangka itulah, katanya, Dewan Pers mendorong proses verifikasi yang pelaksanaannya dibantu oleh serikat perusahaan pers secara berkelanjutan. Pada tahap awal, Dewan Pers telah memverifikasi 77 perusahaan pers, terutama yang telah menandatangani Piagam Palembang pada HPN 9 Februari 2010. net

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry