
JOMBANG | duta.co – Dewan Pendidikan (DP) Jombang resmi dilantik, Selasa (12/8). Lembaga ini disebut-sebut sebagai “mata dan telinga” masyarakat untuk mengawal kebijakan pendidikan di Kota Santri. Tugasnya mulia; Memastikan sekolah-sekolah tak hanya mencetak siswa, tapi juga membentuk generasi yang kritis, bermoral, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Namun, ada satu masalah klasik yang langsung mengintai, yaitu anggaran. Tanpa sokongan dana yang memadai, pengawasan pendidikan berpotensi hanya jadi rapat-rapat formalitas, laporan tanpa gigi, dan nasihat yang tak pernah didengar pembuat kebijakan.
Menariknya, susunan DP periode 2025–2030 ini cukup unik. Dari total 11 anggota, semua dipilih dari latar belakang beragam mulai dari dunia wartawan, aktivis LSM, akademisi, hingga tokoh pesantren mencerminkan keragaman kultur Jombang. Salah satunya, KH Rohmatul Akbar ST atau Gus Bang, lolos dari seleksi ketat kurang lebih 90 pendaftar.
“Saya hanya ingin mengabdi kepada masyarakat supaya pendidikan di Jombang dapat mencetak generasi bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Pengasuh Asrama Ar-Risalah Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso ini memilih merendah. Ia belum membeberkan banyak program, karena ingin membangun koordinasi internal terlebih dahulu. “Kita akan bekerja maksimal untuk mengawasi serta memberi arahan, supaya dunia pendidikan lebih baik lagi,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Jombang saat ini mendorong implementasi Perda Perlindungan Perempuan dan Anak serta pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual dalam kurikulum yang relevan.
“Isu ini akan menjadi prioritas saya di Dewan Pendidikan untuk memperkuat kurikulum berbasis hak serta menggerakkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan dan peningkatan mutu pendidikan di Jombang,” pungkasnya. (Din)






































