SURABAYA | duta.co  – Kalangan dewan sedikit geram melihat upaya pengembangan pasar tradisional. Pasalnya, PD Pasar Surya dinilai tak serius mengurusi pasar rakyat.

Sudah bertahun-tahun puluhan pedagang pasar tradisional Surabaya mengalami kerugian. Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Mahfudz mengatakan pedagang mengalami kerugian besar karena tetap membayar retribusi pada PD Pasar Surya tanpa mendapatkan fasilitas yang memadai.

“Semua pasar tradisional (di Surabaya) itu bermasalah, salah satunya Pasar Tunjungan. Pedagang masih bayar retribusi, kalau ngak bayar diusir mereka,” katanya, Selasa (3/11/2019).

Politisi PKB ini mengecam agar pemkot membubarkan PD Pasar Surya jika tidak bisa mengembangkan pasar tradisional.  Dengan dibubarkannya perusahaan daerah tersebut pedagang pasar bisa bekerjasama dengan pihak swasta.

Selain itu, negara juga tidak mengalami kerugian besar akibat bobroknya kondisi PD Pasar Surya. “Sekarang ada yang ngurus, juga rugi mending dibubarkan daripada bikin negara makin bangkrut. Pihak swasta boleh lah kalau memang ga bisa loh ya,” tegasnya.

Ia menilai selama ini pemkot dan PD Pasar Surya sudah serius membahas perkembangan pasar tradisional. Sayangnya pembahasan tersebut tidak dijalankan dengan berbagai alasan, salah satunya belum terbentuknya direksi tetap perusahaan.

Komisi B DPRD Surabaya selama ini telah mendorong dan siap mengawal cepat perekrutan direktur utama PDPS. Tapi, masalah inti pasar bukan pada dirut PDPS, namun  antara Pemkot Surabaya dengan PD Pasar sudah lama memang tidak terlihat sinkron lagi.

“Buktinya parkir yang dikelola PD Pasar yang disewakan itu bayarnya sekitar Rp 50jtan per bulan, itu nggak ada wujudnya duit itu,” tegasnya.

Disampingg itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan pihaknya sudah melakukan pembahasan untuk pengembangan PD Pasar Surya.

“Sebenarnya kami (pemkot) beri uang pada PD PS untuk merevitalisasi pasar. Tp uangnya kenak itu (masalah),” katanya.

Bahkan pada Pasar Tunjungan pihaknya sudah membuat Detail Enginering Desain (DED) untuk pembangunan Pasar  Tunjungan. Tapi karena masalah direksi PD PS belum selesai, revitalisasi pasar belum bisa terlaksana.

“Makanya pengelolaan sementara bukan PDPS. Sementara dikelola dinas koperasi,” tandasnya. azi

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry