Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Lamongan, Burhanuddin saat dimintai tanggapan oleh awak media di depan kantor dewan, Rabu (13/10) sore.

LAMONGAN | duta.co – Sidak Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamongan ke sejumlah kegiatan proyek sempat diwarnai aksi adu mulut antara anggota dewan dan pihak kontraktor.

Aksi adu mulut itu dikabarkan terjadi pada pukul 10.00 WIB saat anggota dewan mencoba menanyakan gambar kepada H Tulus Prasetyo, Direktur CV Triple A Sejahtera terkait dengan kegiatan proyek di SMP Negeri II Deket.

Awalnya, menurut penjelasan dari H Tulus, pada waktu di lokasi kegiatan memang salah satu dari anggota dewan dari komisi C tersebut mengungkapkan, bahwa proyek ini tidak sesuai dengan gambar.

“Dia bilang proyek saya tidak sesuai dengan gambar. Disitu saya jelaskan bahwa semuanya ini sudah sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) nya,” ujar H Tulus, Rabu (13/10) sore.

Ia mengungkapkan, namun seketika itu ketua komisi C langsung mengeluarkan kata-kata kotor yang tidak pantas diucapkan oleh seorang anggota dewan yang notabene adalah wakil rakyat.

“Dia langsung misuh pada waktu itu. Saya tak habis pikir, koq masih ada anggota dewan yang kurang memahami etika seperti itu. Apalagi dia itu adalah ketua komisi,” ungkapnya.

Saat di lokasi proyek, kata dia, memang sempat terjadi ramai yang sampai adu mulut antara saya dengan ketua komisi C.

“Jelas saya tidak terima merasa dipisuhi seperti itu. Etikanya di mana coba, lah wong saya ini tidak bersalah kok,” ucapnya.

Ia meminta, atas kejadian tersebut Badan Kehormatan DPRD segera memanggil yang bersangkutan untuk mengevaluasi, etika dan moral para anggota DPRD demi menjaga martabat dan kehormatan sesuai dengan kode etik.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Burhanuddin saat dimintai tanggapan awak media berkaitan dengan kejadian sidak proyek di SMP II Negeri Deket yang sampai ada adu mulut, beliau membantah.

“Tidak ada apa-apa koq. Ya cuma kita melakukan tupoksi pengawasan keberapa apa namanya sekolahan di SMP II Deket Lamongan, terus di Babat Al Barokah dan satunya di SMP 1 Babat,” terang Burhan.

Ia menjelaskan, seperti biasalah kan ini menjelang akhir tahun kita turun ke lapangan kepingin mengerti di lapangan sampai seberapa progresnya. Dan rata-rata di antara 50, kita mendorong karena waktunya ini sudah mendekati akhir tahun.

“Pekejaan cepat diselesaikan biar tidak ada kendala baik pencairan atau di beberapa hal yang tidak kita inginkan. Untuk temuan-temuan disampaikan beberapa temuan secara fisik kita bisa katakan ya standar lah,” bebernya.

Maka, kata dia, pihaknya perlu melakukan pengawasan, tapi yang kita tekankan memang untuk jadwal scedulnya agar progresnya bisa dipercepat.

“Karena ini sudah bulan 10, nanti bulan 12 harus selesai semua. Tidak ada kendala apa apa dalam hal ini kondusif, dan insya allah kedepan juga tidak hanya di SMP saja, mungkin di dinas-dinas lain, kita juga akan melakukan inspeksi juga,” tandasnya.

Menurutnya, karena fungsi pengawasan memang ini sudah sesuai dengan tupoksi kita. Jadi melakukan pengawasan di bidang pembangunan yang kebetulan adalah leading sektornya ada di komisi C. (ard)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry