ONLINE : SW saat dimintai keterangan di Mako Satpol PP Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)

KEDIRI | duta.co -Target membongkar prostitusi online akhirnya dibuktikan jajaran Densus Reaksi Cepat Kerja Tuntas (RCKT) Satpol PP Kota Kediri, dengan mengamankan pasangan bukan suami istri di Jl. Dewi Sartika Lingkungan Grogol Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren. Apresiasi luar biasa bentuk komitmen Pemerintah Kota didukung jajaran Polres Kediri Kota.
Kabid Trantibum Satpol PP akrab disapa Kadensus RCKT, Nur Khamid mengatakan sebenarnya telah lama pihaknya menerima aduan masyarakat dengan bentuk bisnis esek-esek dalam bentuk transaksi online, melalui group jejaring media sosial.
“Kami sinergi bersama tim RCKT kemudian dikembangkan, awalnya sempat diamankan di salah satu hotel di Kota Kediri,” jelasnya.
Namun karena saat itu tidak ditemukan pasangannya, hanya dibuktikan ada janjian akan melakukan praktek prostitusi, akhirnya dilepas saat digelar razia gabungan. Akhirnya, pada Rabu (29/05/2019) sekira pukul 14.00wib mendapat laporan jika SW (34) warga Desa Jemekan Kecamatan Ringinrejo sedang berada di salah satu kamar kost bersama laki-laki bukan pasangan sah suami istri.
Kemudian terbukti, SW bersama SO (40) warga Desa Gambang Kecamatan Gampengrejo sehari-hari bekerja sebagai sopir berada dalam satu kamar.
“Memang tadi saat kami lagi main, kemudian datang anggota Satpol PP. Saya baru kenal dia dan tadi sepakat bayar Rp 350 ribu untuk sekali main,” jelasnya.
Atas pengakuan ini dan ditemukan bukti 5 buah kondom belum terpakai, sejumlah obat, semprotan untuk pengharum kulit dan mulut serta minyak angin, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri Kota.
“Kami telah menerima pelimpahan dari Satpol PP dan akan kami selidiki lebih lanjut sejauh mana praktek prostitusinya,” jelas Kasat Reskrim AKP Hanif Fatih Wicaksono .SH
Pengakuan SW, bahwa dirinya baru awal Bulan Puasa ini melakukan pekerjaan ini, sebelumnya dia bekerja sebagai sopir Grab.
“Karena cari penumpang susah, akhirnya setiap malam saya melayani tamu di hotel. Dalam semalam bisa sampai 2 tamu dilayani dengan tarif Rp 350 ribu sudah termasuk sewa kamar hotel,” jelas SW, janda yang memiliki dua anak ini. (nng)