SURABAYA | duta.co – Jika tidak ada aral melintang, in sya-Allah, Ahad (9/12/2018) digelar halaqah ke-3 Komite Khitthah (KK). Ini menyusul dua halaqah sebelumnya di Tebuireng dan Tambakberas, Jombang.

“Agenda halaqah 3 ini lebih konkret, di samping mendengarkan arahan, nasihat kiai sepuh, halaqah nanti juga menentukan langkah-langkah konkret bagaimana menyelatkan NU dari jebakan politik praktis,” demikian disampaikan salah satu inisiator KK, H Agus Solachul A’am Wahib kepada duta.co, Sabtu (8/12/2018).

Sengaja, halaqah 3 digelar di Taswirul Afkar, Jl Pegirian 238 Surabaya, ini sekaligus untuk mengingat kembali bahwa tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (kebangkitan pemikiran) sebagai wahana pendidikan sosial keagamaan kaum santri.

“Diputuskan di sini, agar kita, warga NU bisa mengingat kembali peran penting Taswirul Afkar yang nyaris terlupakan. Maka, setelah dari Tebuireng dan Tambakberas, dari sini Komite Khitthah bergerak secara sistematis untuk menyelamatkan NU yang kini terseret jauh ke politik praktis,” jelasnya.

Munas dan Konbes II

Masih menurut Gus A’am Wahib, di halaqah 3 nanti disampaikan nasihat-nasihat para kiai sepuh, seperti pesan-pesan penting KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), KH Tholhah Hasan, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), Kiai Miftachul Akhyar (Pejabat Rais Aam PBNU), KH Nawawi (PP Sidogiri), dll.

“Bukan tidak mungkin akan dibahas pula, bagaimana menyambut Munas-Konbes II NU yang akan berlangsung Februari 2019 di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat,” tegasnya.

Antusiasme para kiai untuk bisa menghadiri Komite Khitthah ini, sangat luar biasa. Dukungan dari masyayikh dan warga NU terhadap ikhtiar menegakkan khitthah NU ini, juga semakin hari semakin kuat.

“Sebelumnya kami mohon maaf kalau tidak bisa mengundang semuanya. Saya berterima kasih atas partisipasi semua pihak. Kami yakin keikhlasan para kiai dalam membenahi NU ini, diberikan jalan terbaik oleh Allah swt. ” tandas Gus A’am Wahib, putra Menteri Agama ke-8 RI almaghfurlah KH Wahib Wahab Chasbullah ini. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.