SURABAYA | duta.co – Minggu (6/1/2019) malam beredar video pendek, berdurasi 2:56 menit, isinya penjelasan Habib Taufiq Bin Abdul Qodir Assegaf, tentang cara memilih Capres-Cawapres dalam Pilpres 2019 nanti.

Video karya SUNSAL TV itu diambil saat pengajian rutin kajian kitab Risalatul Mu’awanah Jumat malam Sabtu, di Masjid Jami’ Kota Pasuruan.

Habib Taufiq perlu menjelaskan kepada umat, karena belakangan muncul isu (gambar) dirinya bersama salah satu Capres.

“Dengarkan baik-baik, mau Pak Jokowi atau Pak Prabowo? Dengarkan baik-baik. Saya belum memilih Anda (Jokowi atau Prabowo red.). Kenapa? Karena saya masih menilai. Siapa di antara Anda yang paling manfaat untuk Islam dan umat Islam,” jelasnya.

Habib taufiq kemudian menegaskan, bahwa, sebagai rakyat biasa, dirinya tidak mau tertipu dengan pencitraan.

“Kami tidak mau tertipu, apakah Anda naik kuda atau naik sepeda. Kami ingin melihat Anda bagaimana Anda manfaat untuk agama kami, dan saudara-saudara kami yang muslim ini. Kalau tidak, ndak akan milih Anda,” tegasnya.

“Mau nomor satu atau nomor dua? Kami masih menilai Anda. Kami bukan orang yang bodoh. Kami tidak butuh jalan tol, kami juga tidak butuh janji-janji dari calon yang lainnya. Kami butuh agama kami bagaimana? Siapa yang akan menjaga anak turun kami tetap Islam? Bagaimana peraturannya? Bagaimana dengan akhlak-akhlak anak kami? Siapa yang bisa menjaga umat Islam ini. Itu yang kami hitung sekarang. Itu yang kami perhatikan,” tambahnya.

“Kalu tidak? Demi Allah saya tidak mencoblos Anda, tidak memilih Anda,” ujarnya.

Habib Taufiq juga merasa prihatin dengan maraknya perzinahan, miras dan narkoba. Ironisnya belum ada yang memiliki komitmen untuk itu.

“Kami akan pilih presiden yang siap memberantas perzinahan, kami akan memilih presiden yang siap memberantas miras dan narkoba. Narkobanya semakin gede kok, narkobanya semakin gede (sekarang),” ujarnya dengan rasa prihatin.

“Seharusnya begini lho presiden, janji kepada rakyat: Saya selama tiga bulan kalau memang narkoba tidak beres di negeri ini, maka Kapolri akan saya ganti dengan Kapolri baru, gitu,” tambahnya.

“Kita kepingin janji yang model begini. (Sampai sekarang) Belum ada yang janji begitu. Saya kalau jadi presiden, maka, bagi umat Islam yang pegawai negeri harus salat berjamaah, dan kami akan kontrol, kalau tidak puasa kami akan pecat. Begitu! Ini belum ada,” jelas Habib Taufiq. (net)