Eddy S Yahya menyampaikan materinya kepada para mahasiswa Fakultas Bisnis UKWMS. DUTA/istimewa

SURABAYA | duta.co – Industri emas hingga saat ini masih menjadi andalan Jawa Timur. Bahkan industri ini menemapti urutan pertama ekspor Jawa Timur untuk sektor non migas. Sehingga peran industri ini sangatlah sentral.

Hal tersebut diungkapkan Eddy S. Yahya selaku Presiden Direktur Untung Bersama Sejahtera (UBS), sebuah industri emas di Surabaya di sela seminar di Kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) kemarin.

Dalam seminar dengan topik Prospek Industri Perhiasan Emas sebagai Industri Kreatif Berorientasi Ekspor itu, Eddy mengatakan emas memang memiliki potensi bisnis dan ekonomi yang luar biasa. “Apalagi di Jawa Timur. Produk ini menjadi unggulan,” ujar  Eddy.

Emas yang diolah menjadi berbagai perhiasan emas sendiri saat ini sudah banyak berbeda dengan zaman orang tua dulu. Dengan sentuhan kreativitas, kini tampil pakai emas sudah bisa bergaya atau jadi pusat perhatian di pusat perbelanjaan. Jika dulu emas hanya berwarna emas, namun tidak dengan saat ini.

“Sekarang kita bisa menjumpai beragam desain dan warna perhiasan yang beragam. Padahal, industri perhiasan emas merupakan industri padat karya, kompleks dan membutuhkan banyak mesin serta tenaga manusia,” tambahnya.

Tidak hanya itu, perhiasan emas saat ini juga mulai dilirik manca negara. Tidak mengherankan kata Eddy, emas produksi Indonesia sudah mulai ekspor ke berbagai negara di dunia.

Melakukan ekspor ke berbagai negara dan antar benua, tentu ada beberapa hal yang harus dihadapi dan dipersiapkan.

“Kita harus siap menghadapi orang dari berbagai negara dengan karakteristiknya yang berbeda-beda. Indonesia terkenal dengan keramahannya, maka gunakan apa yang jadi kekuatan Indonesia. Dan didukung juga dari sisi desain, harga yang kompetitif, lama waktu pengiriman, kualitas dan pelayanan,” jelas Eddy.

Bagi UBS sendiri mempertahankan pasar dalam negeri dan luar negeri harus terus dilakukan. Apalagi saat ini penjualan juga cukup bagus. Sehingga membuat kondisi perusahaan juga berjalan maksimal. Namun ketika perusahaan sedang dalam keadaan bagus, bukan lantas bisa langsung bersantai untuk liburan.

“Tetapi lakukan evaluasi kenapa bisa bagus, apakah ada faktor-faktor yang mendukung atau hanya sekedar keberuntungan,” tuturnya.

Memang, kreativitas memang menjadi kunci untuk perkembangan sebuah industri termasuk industri emas. Di Indonesia, pemerintah mewadahi kreativitas itu melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Pada 2017 sektor industri kreatif menyediakan lapangan pekerjaan bagi 17,43 juta orang.

Faktor lain yang juga turut merasakan dampaknya adalah ekspor. Ekspor produk kreatif Indonesia tercatat terus meningkat pesat, dimana produk perhiasan dan desain interior merupakan penyumbang terbesar ekspor.

Karenanya  UKWMS mencoba untuk mengajak mahasiswa untuk bisa lebih kreatif dan inovatif hingga bisa memunculkan sebuah gagasan atau ide yang bisa menjadikan sebagai sebuah lapangan pekerjaan.

 “Kita akan belajar langsung perkembangan industri perhiasan emas sebagai salah satu industri kreatif andalan nasional, dan diharapkan mengerti tantangan industri perhiasan emas di Indonesia, khususnya bagaimana memasarkan produk ke mancanegara,” ungkap Dr. Wahyudi Wibowo, selaku Koordinator Program IBM UKWMS. ril/end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.