Surabaya | duta.co — Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan SPSI (FSP KEP SPSI) Jawa Timur menegaskan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis, adaptif, dan berkeadilan guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.

Penegasan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) X FSP KEP SPSI Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Rabu (4/2/2026).

Ketua Umum PP FSP KEP SPSI, R Abdullah, mengatakan dinamika hubungan industrial harus tetap dijaga agar perubahan dunia industri tidak berdampak negatif terhadap iklim kerja.

“Hubungan industrial boleh dinamis, tetapi harus tetap harmonis dan berkeadilan. Jangan sampai perubahan justru menimbulkan konflik yang merugikan semua pihak,” ujar Abdullah.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi, robotik, dan sistem digital menuntut pekerja untuk semakin adaptif, realistis, dan inovatif. Oleh karena itu, arah program kerja organisasi lima tahun ke depan difokuskan pada kesiapan pekerja dalam menghadapi perubahan pola kerja di era industri modern.

Menurutnya, serikat pekerja tidak boleh tertinggal dalam arus perubahan tersebut, namun tetap harus menjaga nilai-nilai dasar perjuangan seperti kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah FSP KEP SPSI Jawa Timur, Dendy Prayitno, menyampaikan bahwa Musda X menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi selama periode sebelumnya.

Evaluasi tersebut mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia, sistem pendidikan serikat, serta efektivitas advokasi yang dijalankan untuk melindungi dan memperjuangkan hak-hak pekerja.

“Hasil evaluasi ini menjadi dasar penyusunan program kerja periode 2026–2031 agar organisasi semakin responsif terhadap tantangan ketenagakerjaan,” kata Dendy.

Terkait isu pengupahan, Dendy menilai pekerja memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kebijakan upah yang layak justru memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong perputaran ekonomi.

Ia juga menyoroti kebijakan kenaikan upah minimum tahun 2026 di Jawa Timur yang dinilai lebih baik dibandingkan periode 2020–2024, ketika kenaikan upah kerap tertinggal dari laju inflasi.

“Kenaikan upah sekarang lebih realistis karena mendekati pertumbuhan ekonomi ditambah inflasi,” ujarnya.

Dalam Musda X tersebut, setelah laporan pertanggungjawaban pengurus diterima oleh forum sidang, Dendy Prayitno kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Daerah FSP KEP SPSI Jawa Timur untuk periode 2026–2031.

Musda X FSP KEP SPSI Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan dan program kerja yang lebih adaptif, sekaligus memperkuat peran serikat pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang berkelanjutan dan berkeadilan di Jawa Timur. Rid

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry