LANTIK DPD JATIM: Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan (pegang mikrofon) usai melantik pengurus DPD PD Jatim periode 2016-2021 di JX Internasional, Surabaya, Minggu malam (8/1/2017). (Duta.co/suud)

LANTIK DPD JATIM: Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan (pegang mikrofon) usai melantik pengurus DPD PD Jatim periode 2016-2021 di JX Internasional, Surabaya, Minggu malam (8/1/2017). (Duta.co/suud)

 SURABAYA | Duta.co – Partai Demokrat bersama partai koalisinya di Pilkada DKI Jakarta, yakni PPP, PAN, dan PB berusaha keras memenangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)- Silviana Murni dengan cukup satu kali putaran. Alasannya, hasil survei internal maupun beberapa lembaga survei independen menempatkan pasangan nomor urut 1 di tempat teratas dibanding pasangan calon yang lain.

“Hasil survei internal yang kami lakukan menyatakan bahwa pasangan AHY-Silvi di tempat teratas mengunguli elektabilitas petahana, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, prosentasenya di atas 40 persen,” ujar Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan usai melantik pengurus DPD PD Jatim periode 2016-2021 di JX Internasional, Surabaya, Minggu malam (8/1/2017).

Selain survei internal, kata Hinca, beberapa lembaga survei independen lainnya, seperti LSI dan lembaga survei milik salah satu media nasional (Kompas), juga menempatkan pasangan nomor urut 1 (AHY-Silvi) di tempat teratas.

“Dalam survei itu elektabitas pasangan AHY-Silvi sebesar 40 persen, sedangkan pasangan Ahok-Djarot hanya 35 persen, lalu pasangan Anies-Sandi sekitar 20 persen. Sedangkan sisanya belum menentukan pilihan (swing voter),” ungkap Hinca.

Oleh karena itu, pihaknya semakin optimistis pasangan AHY-Silvi bisa memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa menang satu kali putaran kalau perolehan suaranya bisa mencapai 50 persen plus 1.

“Kami akan memanfaatkan dengan baik, sisa waktu 38 hari ini, agar kami bisa memenangkan Pilkada DKI Jakarta dengan satu putaran,” harap mantan Sekjen PSSI ini.

Di antara strategi mendongkrak dukungan pasangan nomor urut 1 adalah mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki Partai Demokrat. Termasuk mengerahkan kader Demokrat di luar DKI Jakarta seperti Jatim, Jabar, Jateng, dan provinsi lain supaya mempengaruhi saudara atau kerabat yang tinggal di Jakarta untuk mendukung dan memilih pasangan AHY-Silvi.

Selain itu, data hasil survai juga ditindaklanjuti dengan memetakan kekuatan massa pendukung AHY-Silvi hingga di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga pengawalan suara melalui saksi-saksi di setiap TPS. “Ini harus dilakukan Tim AHY-Silvi supaya bisa merebut hati masyarakat Jakarta. Dukungan suara yang diberikan masyarakat juga harus dikawal hingga ke tingkat KPU Provinsi,” ungkap Hinca.

Tim AHY-Silvi juga terus melakukan kampanye melalui media sosial (Medsos). Sebab, kata Hinca, Medsos seperti Instagram dan Facebook dinilai sangat ampuh untuk dimanfaatkan berkampanye dan cukup terjamin akurasinya karena pemilik akun bukan palsu atau abal-abal.

‎”Medsos itu kita ibaratkan serangan udara. Sedangkan penguatan TPS di lapangan adalah serangan darat. Percuma ada serangan udara, kalau serangan daratnya juga tidak dilakukan. Jadi, kami akan memasifkan medsos, dan kerja nyata seluruh kader di berbagai lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Tim AHY-Silvi juga tengah mempersiapkan dengan matang dalam menghadapi kampanye terbuka maupun debat terbuka yang diselenggarakan oleh KPU DKI Jakarta.

“Setiap hari Tim bekerja 12 jam untuk mempersiapkan materi debat terbuka yang disusun oleh 12 pemateri mulai dari ahli politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan segala sesuatu yang menyangkut persoalan Jakarta. Pokoknya kami akan bikin kejutan,” pungkas Hinca. ud

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan