PROGRAM SRIKANDI-Regional Manager BFI Finance Regional Jatim 1, Tan Eng Han (dua dari kiri), Area Manager BFI Finance Wilayah Surabaya, Medy Mirdianata, Area Manager BFI Finance Wilayah Sidoarjo, Bambang Sugianto dan Ketua Forum IKM Jatim,M Oskar (dua dari kanan) saat menunjukkan plakat dukungan Kerjasama BFI Finance dengan Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur usai peluncuran Program BFI Srikandi di Surabaya, Sabtu (09/02/2019). DUTA/Wiwiek Wulandari

SURABAYA | duta.co – Pengusaha perempuan yang  banyak bergerak di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mulai dilirik perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) Jatim.

Hal ini karena potensi sektor ini sangat besar sehingga diharapkan bisa menopang target yang ditetapkan perusahaan tersebut di mana pada tahun ini bisa merealisasikan pembiayaan sebesar Rp1,9 triliun.

Untuk itu, BFI Finance mulai memperkenalkan banyak program agar para pelaku usaha perempuan ini bisa mendapatkan modal untuk membesarkan usahanya.

Salah satu program yang dipromosikan adalah BFI Srikandi. Regional Manager BFI Finance Wilayah Jatim 1, Tan Eng Han mengaku tertarik membidik pasar perempuan disebabkan 60 persen dari total pelaku usaha kecil di Jatim adalah perempuan.

Nantinya, besaran pinjaman yang diberikan menyesuaikan dengan skala usahanya. Pihaknya membagi tiga skala usaha, mulai dari kecil, menengah dan besar.

“Suku bunga tiap bulan kurang dari 1 persen,” katanya disela launching program BFI Srikandi di Surabaya Town Square (Sutos), Sabtu (9/2).

Dengan BFI Srikandi, pihaknya berharap pengusaha perempuan bisa lebih luas dalam mendapatkan akses pembiayaan.

Sehingga, usaha yang digeluti bisa semakin berkembang. Pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap industri kecil yang memiliki potensi untuk tumbuh.

“Ini (launching program BFI) kami gelar di Surabaya karena kota ini sangat potensial. Jumlah pengusaha perempuannya cukup banyak. Tidak hanya Surabaya, kota-kota disekitarnya seperti Sidoarjo dan Gresik juga sangat potensial,” tandas Tan Eng.

Dia menjelaskan, setelah launching program ini, akan disusul program mingguan yang langsung terhubung dengan kelompok dan komunitas perempuan.

Baik dalam bentuk program layanan maupun program pendampingan. Ini untuk mendorong kemandirian dan inklusifitas keuangan bagi perempuan. Khususnya di Surabaya.

“Dalam program ini (BFI Srikandi) kami bekerja sama dengan Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim. Ini sebagai upaya memajukan pengusaha perempuan Indonesia,” jelasnya. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.