Eko Pamuji saat HU Duta Masyarakat harus berkantor sementara atas fasilitas PWI Jatim usai eksekusi paksa Graha Astranawa. (ft/duta)

SURABAYA | duta.co – Eko Pamuji, General Manager Harian Umum Duta Masyarakat ini, memilih mundur dari pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, dalam Konferensi PWI Jatim ke-XV, di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (17/11/2021) kemarin.

“Awalnya, banyak pendukung kecewa. Apalagi mundur di menit-menit terakhir. Tapi, ini penting. Karena bukan soal jabatan ketua yang jadi sasaran. Lebih dari itu, kekompakan kawan-kawan PWI Jatim dalam memajukan organisasi profesi ini yang, menjadi tujuan,” jelas kandidat doktor Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya kepada duta.co, Kamis (18/11/21).

Hasilnya, ada dua kandidat Ketua PWI Jatim yang bertahan. Adalah Lutfi Hakim dan Ainur Rohim yang merupakan kandidat petahana. “Keduanya bagus. Memiliki komitmen kuat untuk menata anggota PWI Jatim lebih berkualitas. Ibarat main bola, saya tinggal jaga gawang, bagaimana visi-misi, janji keduanya terwujud,” jelas ayah dua putri ini.

Masih menurut Pak Eko, panggilan akrabnya, banyak hal yang harus dibenahi di PWI Jatim. Misalnya, bagaimana kualitas anggota. Apakah wartawan-wartawan yang tergabung dalam PWI ini, memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas.

“Ini harus menjadi perhatian serius, bukan sekedar lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) saja. Ini yang pertama. Yang Kedua, PWI harus menjadi rumah bersama bagi insan pers. Jadikan organisasi ini sebagai sarana untuk memperkuat profesi wartawan yang berdaulat. Ketiga, PWI harus bisa menjadi ‘kampus’ wartawan untuk menambah wawasan. Terus terang, sekarang masih banyak wartawan yang miskin wawasan,” jelasnya.

Lutfil Terpilih

Setelah Eko Pamuji mundur, praktis suasana pemilihan Ketua PWI Jatim tinggal Luthfi vs Ainur Rohim. Suasana menjadi semakin ‘adem’. Hasilnya, Luthfi mendapatkan 237 suara, unggul atas Ainur Rohim yang mendapat 116 suara.

Kepada teman-temannya, wartawan, Lutfi mengatakan, bahwa, apa yang menjadi gagasan Pak Eko juga menjadi komitmennya. “Betul. UKW saja tidak cukup, ini (UKW ,red) memang wajib, tapi jangan selesai saat anda (wartawan ,red) sudah memiliki kartu UKW. Jadi, ibarat nyetir, kita (PWI Jatim ,red) juga harus ajari bagaimana ngebut, bagaimana merawat engine, dan sebagainya,” ujar Luthfi.

Lutfil menegaskan, arti kompeten yang sebenarnya, tidak hanya memiliki kartu UKM saja. “Jadi, bukan kompeten dalam pengertian (punya) kartu (UKW) saja. Tapi juga harus berkompeten dalam artian seharusnya,” tegasnya.

Ia berharap, PWI Jatim dibawah kepemimpinannya akan memperbanyak kajian tematik dan penelitian. “Jadi kita akan terus menerus mengajukan kajian tematik, bahkan mungkin penelitian-penelitian perlu dilakukan,” jelasnya

Ia pun berjanji mendorong PWI Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, meningkatkan kapasitas wartawan. Baik dilakukan secara luring (offline), daring (online), maupun secara perpaduan luring dan daring (hybrid).

“Yang penting message (pesan ,red) atau pengetahuannya. Saya pikir, sedikit apa pun atau sesebentar apa pun, akan menambah wawasan temen-temen jurnalis,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PWI Pusat, H. Atal S Depari mengapresiasi Konferensi PWI Jatim yang berjalan dengan lancar, bagus melebihi ekspektasinya. Ia kagum, dengan kehadiran 370 anggota PWI Jatim. “Biasanya nggak sampe (tidak sampai ,red) segitu,” katanya kepada thejatim.com.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan konferensi yang tergolong singkat, namun juga bermutu. Ia mengatakan, tida ada pembahasan yang bertele-tele dalam forum tersebut. “Tapi argumentasi tetap ada. Nah, waktu pemilihan juga begitu, terjadi munculnya tokoh baru,” ujarnya sambil menepuk pundak Lutfi Hakim.

Ia berharap kepada Lutfi, agar bisa betul-betul mengemban amanah bersama Pengurus PWI Jatim yang lain. Terutama, para pengurus PWI Jatim maupun Pusat harus berusaha terus mengimprove kemampuan anggotanya.

“Kita harus selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, itu sudah tidak bisa ditawar lagi. Dan teknologi ini terus berkembang, maka, perlu pendidikan-pendidikan ke depan, dan harus mengarah ke sana,” pungkasnya. (zi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry