
SURABAYA | duta.co – Setiap Hari Raya Idul Adha atau dikenal dengan Hari Raya Kurban bagi Masjid Nurul Islam Pondok Maritim Surabaya terasa istimewa. Bagaimana tidak pada momen Idul Adha secara reguler menyelenggarakan penyembelihan hewan Kurban dari para donatur perorangan, patungan ataupun perusahaan.
Yang menggembirakan pada tahun 2026 ini, Masjid Nurul Islam menyembelih 10 sapi dan 19 kambing. Dari sisi jumlah mengalami peningkatan dibanding Idul Adha tahun 2024 lalu meski kondisi ekonomi sedang stagnansi.
Guna mendapatan hewan sapi kurban dan harga terbaik, tim masjid Nurul Islam Pondok Maritim rela hunting ke sejumlah daerah yang dikenal sebagai pusat hewan Kurban. Mulai Lamongan, Tuban, Blora, Cepu, Ngawi dan Nganjuk serta Bojonegoro. Dan upaya tim hunting hewan kurban tidak sia-sia pasalnya dari 10 sapi mendapatkan terbaik termasuk harganya.
Mochamad Sholichin, Ketua Zakat Infak Idul Fitri dan Idul Adha (ZIFIA) Masjid Nurul Islam Pondok Maritim mengatakan dari 10 sapi kurban yang disembelih tahun ini dari postur dan harga terbaik.

“Harganya kisaran Rp 24 – Rp 25 jutaan setelah nego yang alot. Padahal kalau melihat besar sapinya di Surabaya bisa lebih dari 30 juta,” jelas Okin panggilan Mochamad Sholichin disela penyembelihan Kurban di Masjid Nurul Islam, Rabu 27 Mei 2026.
Okin menambahkan Idul Adha sendiri punya makna serta pembelajaran hidup yang sangat mendalam bagi kaum muslim, tak terkecuali juga buat anak. Karenanya dalam setiap kegiatan penyembelihan hewan Kurban, melibatkan remaja masjid, santri TPQ yang sudah remaja dan tahun ini tetap dibantu 20 mahasiswa Unesa jurusan S1 Sains Aktuaria angkatan 2024 & 2025
“Untuk pembagian daging kurban tahun ini ada sekitar 1.500 an paket yang disiapkan dan didistribusikan,” jelasnya.
Untuk masing-masing paket sapi sekitar 1,5 kg daging dan tulang, sedangkan untuk kambing 1 kg daging dana tulang. Untuk yang kurban perorangan mendapatkan 30 kg daging dan 10 kg tulang, sedangkan yang kurban patungan mendapatkan 5 kg.
Okin menambahkan konsep distribusi hewaan kurban yang dilakukan Masjid Nurul Islam yakni terbuka menerima permintaan dari semua pihak yang tentunya sudah dilakukan verifikasi. Seperti dari Yayasaan Yatim Piatu, pihak RT, RW ataupun lembaga yang membutuhkan.
Sementara Ustadz Wisnu Abdullah Ketua Takmir Masjid Nurul Islam mengaku senang dengan semangat para donatur yang dengan ikhlas menyediakan dana untuk membeli hewan kurban. Idul Adha punya makna sangat mendalam bagaimana pengorbanan dan meneladani apa yang dilakukan Nabi Ibrahim terhadap anaknya Ismail.
“Makna spiritual berkurban yakni ketaatan, keimanan dan ketakwaan yang dilakukan secara ikhlas. Darah dan hewan kurbannya tidak pernah sampai kepada Allah tapi keikhlasan dan ketakwaan kita sampai kepada Allah.”
Dari sisi sosial makna kurban bahwa kehidupan sosial kemasyarakatan itu sangat penting. Wujudnya dalam pembagian hewan kurban dilakukan tidak pilih kasih, melainkan semua masyarakat termasuk Non Islam.
“Semua lapisan masyarakat bisa menikmati hewan kurban yang disiapkan,” jelasnya. Imm







































