Dekan Fakultas Vokasi Unair, Prof Anwar Ma’ruf (dua kanan) membeli tas dari jeans hasil kreasi mahasiswa semester dua jurusan D3 Akuntansi saat Demo Day di halaman Kampus B, Rabu (4/6/2025). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Dekan Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (Unair), Prof Anwar Ma’ruf mengaku bangga dengan hasil karya mahasiswa yang ditampilkan dalam ajang Final Project of Enterpreneurship, Demo Day Bazar, Rabu (4/6/2025).

Sebanyak 140 stan mahasiswa Vokasi dari enam program studi menampilkan karya mereka mulai dari makanan, minuman, aksesoris, kerajinan tangan hingga busana.

Proyek ini merupakan tahap akhir dari mata kuliah kewirausahaan yang wajib mereka tempuh selama berkuliah. “Luar biasa para mahasiswa ini. Jiwa kewirausahaan mereka muncul,” kata Prof Anwar.

Prof Anwar mengakui semua mahasiswa Vokasi dari 19 program studi yang berjumlah 6.500 orang,  wajib menempuh matkul kewirausahaan. Dan di akhir proyek mereka harus menampilkan produk jadinya.

“Semua produk yang ditampilkan tentunya sudah mendapatkan persetujuan dari dosen pengampunya,” kata Prof Anwar.

Seperti diketahui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek menegaskan bahwa perguruan tinggi harus bisa memberikan dampak  pada sekitarnya, baik itu lewat pendidikan, penelitian maupun pengabdian masyarakat. “Dan kegiatan ini bagian dari semua itu,” tukasnya.

Hasil yang ditampilkan mahasiswa ini kata Prof Anwar membuktikan bahwa mahasiswa nantinya siap untuk menjadi sumber daya manusia yang memiliki keunggulan. Siap bekerja dan menciptakan lapangan pekerjaan baru. “Mereka tidak hanya bisa memproduksi tapi bisa memasarkan,” tandasnya.

Mahasiswa Vokasi bisa membuktikan dan menepis anggapan orang sebagai jurusan nomor dua. Diakui Prof Anwar, saat ini Vokasi Unair sudah bisa bersaing dan menjadi pilihan banyak lulusan SMA sederajad.

“Dulu mahasiswa kita mentok di angka 4 ribu, sekarang  di usia 11 tahun ini, mahasiswa jumlahnya sudah 6.500. Ini bukti bahwa kami semakin disukai” tuturnya.

Karya Kreatif

Tiga mahasiswa yang tergabung dalam tim bernama Ripstitsch, membuat produk yang lain dari tim lainnya. Divia Riang Alangjalis, Aulia Azzahra dan Imanuela Putri Santoso membuat produk tas dari celana jeans bekas dengan aneka desain dan ukuran.

Mereka mengaku terinspirasi dari banyaknya pengguna jeans yang menumpuk celana-celana bekasnya karena sudah rusak dan  tak lagi terpakai.
“Dari sana kami berpikir untuk memanfaatkan itu untuk sesuatu yang berguna,” kata Divia.

Lima tas jeans mereka buat dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Mereka mengaku membuatnya selama seminggu untuk satu tas. Karena mereka ingin satu tas hanya diproduksi satu buah atau limited edition. Sehingga para pemakainya merasa bangga menggunakan produk buatan mereka bertiga.

“Kalau disukai nanti kami akan memproduksi lebih banyak lagi untuk dijual umum,” ungkapnya.

Ketiganya merasa semakin senang, karena Dekan Prof Anwar langsung membeli satu tas berwarna pink dengan harga Rp 100 ribu.

Dosen Kewirausahaan, Yanuar Nugroho juga mengaku bangga dengan produk hasil buatan mahasiswanya. “Mereka kreatif dan inovatif. Matkul ini ternyata berdampak signifikan terhadap kreativitas mahasiswa,” ujarnya. ril/lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry