Berfoto Bersama: Dekan FEB UNISMA, Nur Diana SE MSi (depan, mengacungkan dua jempol) berfoto bersama narasumber dari PT Nutrifood serta Himaprodi Manajemen. 

MALANG | duta.co – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) manajemennya menggandeng PT Nutrifood Indonesia menggelar “Webinar Collaborative Marketing for Sustainable Impact in Millenials Market”. Acara keilmuan ini sengaja dihelat dalam upaya memadu padankan antara teori perkuliahan dengan konsep yang dijalankan oleh pelaku industri.

Menurut Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, webinar ini untuk mendukung  program Merdeka Belajar yang  menghasilkan Output yang memiliki daya saing tinggi. Fakultas ini memang kerap menggandeng dunia industri sebagai upaya  peningkatan kompetensi Knowledge dan Skill bagi mahasiswanya. Dengan harapan teori yang mereka dapatkan diperkuliahan terutama mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Kewirausahaan di-Link and Match dengan pelaku industri dilapangan agar terjadi kolaborasi yang apik.

“Era Revolusi Digital telah membawa perubahan strategi marketing dari tradisional ke arah Collaborative Marketing. Strategi ini dirasa mampu membangun efisiensi biaya, khususnya bagi pasar millenial. Untuk itu kami berharap Collaborative Marketing yang dijalankan oleh PT Nutrifood Indonesia mampu menembus pasar milenial,” jelas Diana.

Ia menyampaikan, bahwa saat ini generasi millenial dalam menjalankan bisnisnya  harus  menguasai  Collaborative Marketing  agar mampu menjalankan bisnisnya  secara efisien. Tentu salah satu kuncinya adalah dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Customer Development Associate PT Nutrifood Indonesia Area Jawa Timur, Vito Dwiki dalam paparanya memberikan tips kepada generasi millennial. Yakni terdapat empat hal yang harus dimiliki mahasiswa untuk bertarung di era 4.0. Diantaranya, kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya, keterampilan sosial, literasi baru tentang data technologi manusia dan pembelajaran sepanjang hayat atau Lifelong Learning. Upaya melihat sebuah Collaborative Marketing untuk masuk pasar millennial yang bisa menjadi millennial tidak kalah dengan negara lain.

Change is inevitable and the disruption it causes often brings both inconvenience and opportunity,” ungkap Vito Dwiki.

Hal senada diutarkan pula oleh D. Ridwan Basalamah, yang merupakan pakar Marketing  FEB Unisma. Ia mengatakan bahwa generasi millennial harus memiliki Skill untuk bersaing agar kelak menjadi generasi yang sukses. Menurutnya, sukses bukan soal umur, seberapa hebat di dalam kelas, bukan jaminan. Tetapi sukses datangnya dari kerja keras, juga ditopang jaringan pertemanan dan motivasi serta selalu menjaga sikap yang baik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himaprodi Manajemen FEB Unisma, Syahrul Zahroni berharap webinar yang diselenggarakan Kamis (19/11) ini mampu memberikan wawasan dan Inshight terkait strategi marketing yang tepat. Hal ini tentunya dapat diterapkan saat berwirausaha oleh mahasiswa sehingga usaha tersebut memiliki daya kompetitif yang tinggi.

Kegiatan webinar ini sendiri dilaksanakan secara luring dan daring, lewat Zoom Meeting dan channel YouTube yang diikuti lebih dari 800 mahasiswa  serta akademisi. (dah)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry