Pendopo Lokatantra dan rumah dinas Bupati Lamongan nampak merah menyala saat dilempar smoke bomb oleh para supporter Persela, pada Minggu (20/3) malam.

LAMONGAN | duta.co – Ratusan supporter Persela Lamongan mengamuk di Pendopo Lokatantra pada Minggu (20/3) malam. Kemarahan para supporter Persela Lamongan tersebut dilampiaskan dengan melemparkan smoke bomb ke pelataran Pendopo Lokatantra.

Tak hanya itu, mereka sempat memblokade jalan masuk menuju ke rumah dinas Bupati Lamongan dan alun-alun Lamongan. Aksi kekecewaan dan protes tersebut dilakukan setelah mengetahui Persela Lamongan terdegradasi ke liga 2.

Nampak seorang pemuda memblokade jalan dengan menyuruh kendaraan untuk memutar balik. Selanjutnya massa supporter memasang spanduk dan melakukan aksi ungkapan kekecewaan mereka pada manajemen Persela di depan Pendopo Lokantantra.

Aksi semakin memanas setelah smoke bomb merah dilempar secara beramai-ramai dan menyala ke arah Pendopo Lokantantra dan juga ke arah rumah dinas Bupati Lamongan oleh para supporter Persela Lamongan.

Mengetahui hal itu, Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana beserta anggotanya segera melakukan pengawalan dan mencoba menetralisir keadaan dengan berdiskusi bersama para supporter agar kondisi kembali kondusif.

“Mari kita bersama-sama menjaga kondisifitas kamtibmas di wilayah Lamongan. Silakan berpendapat dengan tertib, tidak ada provokasi tidak ada yang dihubung-hubungkan dengan politik,”  tutur Miko dihadapan para supporter Persela.

Perwakilan supporter ingin bertemu dengan manajemen Persela atau Bupati Lamongan (CEO Persela) untuk menyampaikan aspirasi. Ia meminta manajemen untuk meminta maaf kepada supporter, serta mencari solusi yang harus ditempuh kedepannya agar Persela lebih baik lagi.

Akhirnya Manajer Persela Lamongan Edy Yunan Achmadi menemui para supporter untuk meminta maaf serta memberikan penjelasan terkait pertanyaan yang diajukan oleh para supporter atas terdegradasinya Persela Lamongan ke liga 2.

“Kondisi anggaran kita memang saat ini tidak mendukung, karena tidak ada masukan dari beberapa pihak termasuk dari penonton,” terang Yunan panggilan akrabnya kepada para supporter Persela.

Ia mengungkapkan, seluruh manajemen Persela Lamongan meminta maaf kepada seluruh supporter. Tahun depan, kata dia, mari bersama-sama saling bahu-membahu memberi dukungan serta doa agar Persela bisa bangkit kembali.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Manajer Persela, supporter Persela membubarkan diri dengan tertib dan situasi kembali kondusif. Kapolres Lamongan pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama para supporter untuk kembali dengan tertib.

“Terima kasih kepada seluruh supporter Persela yang telah membubarkan diri dengan tertib. Semoga kedepannya hal-hal semacam ini bisa dibicarakan dengan baik dan tenang sambil duduk bersama,” tutup Miko.

Diketahui, hingga pekan ke-32 Persela hanya mampu menempati peringkat ke-17 klasemen sementara BRI Liga 1. Dari 31 pertandingan Persela hanya menang 3 kali, seri 12 kali dan kalah 17 kali. Hingga menempatkan di posisi 17 dengan 21 poin Persela sudah dipastikan turun kasta dari Liga 1 ke Liga 2. (ard)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry