JAKARTA | duta.co – Di tengah-tengah kritik tajam masyarakat yang menyoal netralitas KPU, calon presiden petahana Joko Widodo akhirnya harus tampil “wow” saat debat capres 17 Januari 2019. Jokowi sampai harus mendatangkan secara khusus tiga eks presenter yang akan membantu persiapan debat Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sebaliknya, capres -cawapres Prabowo-Sandi tampil apa adanya sebab sejak awal sudah siap untuk adu program di acara tersebut.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan, Prabowo-Sandi akan tampil apa adanya. Bukan dengan cara dipoles-poles. Namun demikian, penampilan Prabowo-Sandi tetap akan bagus.
“Kita punya persiapan model lain. Kita tetap berupaya bagaimana di dalam debat penampilan Prabowo-Sandi bagus. Kita yakin Prabowo dan Sandi tampil prima. Kita yakin beliau bisa mengimbangi bahkan melebihi penampilan Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata juru debat BPN, Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi, Rabu (9/1/2019).
Saleh memandang bantuan dari pihak luar untuk memoles persiapan debat capres justru ada negatifnya. Apa itu? “Menurut saya, justru meminta bantuan memoles seperti itu dari pihak luar, bisa jadi ada aspek negatifnya, bisa jadi mereka akan makin kaku karena mereka diupayakan menjadi orang di luar dirinya karena dipoles tadi itu kan. Jadi orang di luar dirinya kan susah. Bisa jadi nanti mereka bisa kaku,” kata Saleh.
Politikus PAN itu menegaskan BPN ingin Prabowo-Sandiaga tampil apa adanya. Tidak diarah-arahkan. “Biarlah Prabowo-Sandi jadi dirinya sendiri, tampil apa adanya sebagaimana mestinya dan masyarakat juga akan menilai ini bukan dipoles-poles,” katanya.
Juru debat BPN lain, Suhud Alynudin, menilai, tiga eks presenter yang membantu persiapan debat Jokowi-Ma’ruf akan menemui kesulitan. Selain itu, dia tak yakin penampilan Jokowi-Ma’ruf di debat nanti akan mulus-mulus saja.
“Kami kira di usia yang sudah tidak muda lagi tidak mudah bagi siapa pun untuk mengubah kapasitas dan gaya Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin. Kami yakin keduanya akan tetap seperti yang terlihat selama ini kapasitas dan gayanya. Kami kira Pak Jokowi dan KH Ma’ruf akan kesulitan menjelaskan tentang keberhasilan pemerintahan selama ini. Karena banyak janji-janji kampanye yang belum mampu direalisasikan,” katanya.
Debat perdana capres-cawapres akan digelar pekan depan. Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat bantuan dari tiga mantan penyiar televisi dalam mempersiapkan debat, salah satunya Meutya Hafid. “Mantan-mantan penyiar TV, ada saya, Putra Nababan, Tina Talisa, yang semuanya pengalaman lebih dari 10 tahun di layar kaca,” ujar Meutya Hafid.
Meutya, Tina Talisa, dan Putra Nababan saat ini tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Ketiganya merupakan politikus partai koalisi pasangan nomor urut 01 itu. Meutya politikus Golkar, Putra bersama PDIP, dan Tina Talisa adalah caleg Partai NasDem.
Menurut Meutya, tak banyak yang dilakukannya untuk membantu Jokowi-Ma’ruf dalam hal public speaking. Sebab, keduanya sudah terbiasa berbicara di depan umum. “Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin keduanya amat terbiasa public speaking ya. Jadi kami hanya memoles sedikit saja, terutama terkait adanya pengaturan waktu bicara yang ketat oleh KPU dalam sesi debat, itu mungkin perlu penyesuaian,” jelas Meutya. (det/hud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.