Nur Zuwariyah – Dosen Kebidanan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

KEBUTUHAN gizi   ibu hamil tergolong krusial karena berdampak pada Angka Kematian Ibu (AKI).Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup.

Angka ini masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara–Negara tetangga di Kawasan ASEAN.Penyebab langsung kematian ibu terbesar adalah karena perdarahan,infeksi dan eklamsia.Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah anemia dalam kehamilan.

(Arisman, 2014).Kurang darah atau anemia memang terdengar sepele, tapi berkontribusi signifikan terhadap kesehatan ibu hamil.Selain itu, anemia menyebabkan berkurangnya transfer oksigen kejanin sehingga dapat berakibat pertumbuhan janin terhambat, peningkatan risiko persalinan pre term dan BBLR (Irianti dkk, 2014).

Menurut Budiarni (2012) salah satu faktor yang menyebabkan masih meningkatnya angka anemia defesiensi besi pada ibu hamil adalah rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi, padahal cakupan distribusi tablet besi sudah melewati target.

Dalam sebuah hasil survei, sejumlah 51,8 persen ibu hamil dinyatakan tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet besi. Selain itu ada beberapa alasan yang dikemukakan ibu hamil terkait efek samping tablet besi sehingga ibu hamil tidak menghabiskan tablet besi yang sudah diterimanya.

 Misalnya, para Ibu hamil merasa tablet besi mempunyai bau dan rasa tablet besi yang sulit diterima karena menyebabkan mual setelah minum tablet besi, ada juga ibu hamil  yang mengatakan bahwa tablet besi menyebabkan BAB yang berwarna hitam.

Nah, salah satu yang bisa digunakan untuk menyiasati kurangnya zat besi pada ibu hamil adalah mengkonsumsi daun kelor. Kandungan senyawa kelor telah diteliti dan dilaporkan oleh Ibok Odura W, O Ellis, at all (2008) menyebutkan bahwa daun kelor mengandung besi 28,29 mg dalam 100 gram.

Kelor (Moringaoleifera Lam) merupakan salah satu tanaman local yang telah dikenal  berabad-abad sebagai tanaman multiguna, pada nutrisi dan berkhasiat obat. Mengandung senyawa alami yang lebih banyak dan beragam dibanding jenis tanaman yang lain.

Menurut hasil penelitian, daun kelor mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, kalium, besi dan protein dalam jumlah sangat tinggi yang mudah dicerna oleh tubuh manusia.  Tingginya kandungan zat besi (Fe) pada daun kelor kering ataupun dalam bentuk tepung.

 Daun kelor yaitu setara dengan 25 kali lebih tinggi dari pada bayam dapat dijadikan alternatif penanggulangan anemia pada ibu hamil secara alami.Selain mengandung zat besi tinggi. Daun kelor dijelaskan oleh studi sebelumnya juga memiliki vitamin A empat kali lebih tinggi dari  pada wortel dan vitamin C tujuh kali lebih tinggi dari jeruk.

Dengan kandungan yang bisa menangkal radikal bebas tersebut, Stresoksidatif juga bisa dikurangi. Kelor sendiri dapat  berkembang dengan sangat baik pada daerah yang memiliki ketinggian antara 300 hingga 500 meter di atas permukaan laut. Karena memiliki banyak manfaat dan tanaman ini tidak terlalu sulit dirawat, pohon kelor banyak dibudi dayakan secara mandiri dengan cara stek.

Daun kelor yang dikonsumsi dalam bentuk bubuk, juga dipercaya dapat membantu meningkatkan kadar antioksida dan pada perempuan yang telah mengalami menopause. Pada usia menopause, kadar antioksida di tubuh memangalami menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen.

Di negara-negara Barat, daun kelor kering dijual sebagai suplemen makanan, baik dalam bentuk bubuk atau kapsul.Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan untuk mengonsumsi nya karena khasiat daun kelor yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, pun ampu mengobati  berbagai penyakit. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry