TUTUG  berbincang dengan Bu Tohari di sungai kering Desa Sumberkare.

PROBOLINGGO | duta.co – Persoalan rawan kekeringan di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, membuat sejumlah pihak bergerak mengunjungi lokasi. Tak terkecuali Kepala Diskominfo Tutug Edi Utomo dan Kepala BPBD Anung Widiarto.
Tutug menuju sejumlah titik di Sumberkare.

Yang pertama adalah sungai kering yang selama ini airnya dimanfaatkan warga. Selama musim kemarau, sungai tersebut airnya sangat sedikit, tidak kering sama sekali.

“Air di sungai kering masih ada, digunakan warga untuk mencuci pakaian dan konsumsi ternak. Di sebelah sungai kering, ada kubangan yang airnya masih keluar dan diambil warga untuk konsumsi ternak,” kata Tutug, Kamis (12/10/2017).

Selama di sungai kering, Tutug menjumpai sejumlah warga yang beraktivitas. Salah satunya Mukhlas, yang mengambil air di kubangan sebanyak dua jirigen untuk minum sapi ternak.

“Untuk konsumsi minum dan makan di rumah, kami dapat kiriman air bersih dari truk tangki Pemkab. Tandon-tandon warga diisi sampai penuh,” kata Mukhlas kepada Tutug yang menanyainya.

Tutug juga berbincang dengan Bu Tohari dan warga lainnya. Bu Tohari mengaku dirinya dan warga lain biasa ke sungai kering untuk mencuci pakaian. Kalau minum dan masak di rumah, mengandalkan dropping dari Pemkab.

Kesimpulan dari bincang-bincang itu, warga menggunakan air di sungai kering untuk keperluan cuci dan minum hewan ternak. Untuk konsumsi di rumah, mereka dapat dropping air bersih.

Tutug lalu meluncur ke SD Sumberkare 2 dan 3, untuk mengecek ketersediaan air di sekolah. Air bersih di sekolah ternyata cukup. Kedua sekolah mendapatkan pasokan air bersih dari sumur bor yang dipompa mesin diesel.

“Alhamdulillah, kebutuhan air bersih siswa terpenuhi. Sekolah dan warga iuran untuk beli solar yang digunakan untuk menyedot air bersih dengan pompa diesel,” jelas Tutug. (afa)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan