PILKADA : Paslon Mas Dhito dan Mbak Dewi saat berkunjung ke Kantor PCNU Kabupaten Kediri (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Selang sehari penetapan tata letak dilakukan KPU Kabupaten Kediri, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya pada Jumat (25/09) sekira pukul 15.30 wib terlihat mendatangi Kantor PCNU Kabupaten Kediri. Kehadirannya disambut Ketua GP Ansor, Agus Rizmi Haitami Azizi memang pada saat itu tengah persiapan rapat kerja Ansor, akan digelar malam hari.

Saat rapat kerja Dewan Tanfidziyah PCNU sedang berlangsung akhirnya berhenti sejenak karena kedatangan Paslon Dhito dan Dewi. Sementara di Ruangan Ansor pun juga tengah persiapan rapat kerja akan digelar nanti malam. Paslon Calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri ini kemudian dipersilahkan naik ke lantai atas bertemu para pengurus cabang.

Tak berselang lama hanya sekitar 25 menit, pertemuan pun berakhir dan terlihat Dhito maupun Dewi sempat berdiskusi sejenak di pintu masuk Kantor PCNU sebelum akhirnya Dhito masuk ke dalam kendaraan. “Mohon maaf untuk sementara belum bisa memberikan keterangan, nanti di lain kesempatan,” ungkap Dhito, saat dikonfirmasi terkait pertemuannya dengan para Dewan Tanfidziyah.

Sementara Dewi, awalnya sempat naik mobil yang dinaikinya sempat turun dan masuk kembali ke Kantor PCNU. Dia pun kemudian bergegas keluar dan terlihat memanggil sejumlah perempuan yang sebelumnya berada di ruangan Kantor PC Fatayat. “Monggo mas jika mau foto – foto kita,” ucap beberapa perempuan, saat wartawan ini berada di depan pintu masuk Kantor Fatayat dimana sebelumnya ditutupi stiker bertuliskan Kantor PC Lesbumi.

“Saya tidak tahu kenapa stiker itu dicopot, atas perintah siapa dan apakah sudah ijin dengan pengurus NU,” ungkap salah satu pengurus enggan disebutkan namanya. Setelah terlihat lama ngobrol di halaman, akhirnya Dewi meninggalkan Kantor PCNU seiring turunnya hujan. Lalu bagaimana tanggapan Ketua PCNU. KH. Muhammad Makmun atas pertemuan tadi?

“Acara tadi murni silaturrahim tidak ada dukung mendukung. Karena kedatangan mereka berdasar surat balasan kami, menanggapi surat permohonan silaturrahim dari tim mereka tertanggal 2 September,” ucap Gus Makmun singkat, kemudian bergegas masuk ke ruangan kerjanya.

Kabar yang tersiar, sejumlah pengurus dan ulama merasa tersingung saat Mbak Dewi datang ke Kantor PC Fatayat lalu kemudian melepas stiker yang memang dipasang untuk menutupi papan nama. Bila ini dibiarkan berlarut – larut tentunya tidak hanya menjadikan gaduh jelang Pilkada, namun bila paslon ini nanti menjabat selama lima tahun. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry