
TAPANULI | duta.co – Suasana duka akibat musibah bencana ekologi Sumatra makin mengkhawatirkan karena stok BBM yang langka akibat tak ada pasokan memadai. Dalam pantauan di daerah bencana Tapanuli Selatan, Rabu (10/12), hampir setiap SBPU menjadi sumber kemacetan karena dipenuhi antrean ratusan motor dan mobil.
“Kami sangat berharap kepada pemerintah, khususnya Pertamina agar segera bertindak untuk mengatasi kelangkaan stok. Menurut saya, ini sudah termasuk darurat BBM karena ketersediaan BBM merupakan faktor fundamental untuk ikut menopang penuntasan fase tanggap darurat bencana ini,” tegas Wasekjen Bidang Penanggulangan Bencana MUI, rabo kepada pers di Tapsel, Sumut.
Dalam pantauan di lapangan di sekitar daerah bencana, hampir semua SPBU tutup karena kehabisan stok BBM. Sementara jalanan di sekitar SPBU berubah menjadi lahan parkir dengan deretan motor dan mobil yang mencapai puluhan meter.Bahkan tak sedikit dari mereka yang menginapkan kendaraannya di sekitar SPBU.
Bahkan saat tim MUI dalam acara serah terima bantuan di posko Tapsel, ada beberapa warga yang mengadu adanya kelangkaan BBM tersebut. “Ada yg cerita, harga pertalite aja sudah Rp 25.000;/liter. Bahkan beberapa alat berat juga tak bisa beroperasi karena kehabisan BBM. Oleh karena kami berharap kelangkaan stok BBM ini juga mendapatkan atensi serius dari pihak terkait,” pungkas Mabroer. ##




































