Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudariyatno saat rilis penangkapan kurir Narkoba beserta barang buktinya di mapolres Pasuruan Kota, Kamis (14/2/2019) siang. (DUTA.CO/Abdul Aziz)

PASURUAN | duta.co – Peredaran Narkotika golongan I jenis sabu dan sediaan farmasi berupa tablet logo Y tanpa izin edar yang makin marak di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, akhirnya Satuan Narkoba bekerja keras, hingga belasan pelaku berhasil diamankan setelah melakukan penyelidikan. Dari 9 pelaku diantaranya terjaring kasus sabu dan 6 lainnya terjerat kasus sediaan farmasi ilegal.

Dari belasan pelaku yang telah ditetapkan tersangka ini, ada dua kurir sabu diantaranya merupakan bapak dan anaknya, yakni Syamsuri (52) dan NH (16) asal Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. “Ada 7 kasus dari 9 tersangka dari pelaku narkoba yang tertangkap,” tandas Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudariyatno, Kamis (14/2/2019).

Para pelaku diamankan dalam Operasi Tumpas Narkoba 2019 ini, sedikitnya diamankan sabu seberat 6,1 gram dan sebanyak 502 sediaan farmasi berupa tablet tanpa izin edar dijadikan barang bukti. “Para pelaku ini rata-rata merupakan kurir sabu dan saat ini sedang kami kembangkan kasusnya. Karena bandarnya masih kita kejar,” papar Kapolres, saat press release.

Upaya serangkaian pemeriksaan terhadap Syamsuri, yang ternyata residivis kasus serupa ini, ia memperoleh sabu dari jaringan Lapas Lowok Waru, Malang. Dari penangkapan terhadap Syamsuri, diperoleh hampir 4 gram sabu untuk dijadikan barang bukti. “Tersangka Syamsuri ini tertangkap setelah anaknya terlebih dulu ditangkap,” imbuh AKBP Agus.

Syamsuri diamankan di rumah kontrakannya di kawasan Karanganyar, Kecamatan Grati, saat berpesta minuman keras (miras). Bahkan, ia nekat akan melarikan diri saat digrebek polisi. “Beruntung kami sigap, dan tidak sampai menembak tersangka setelah dia berusaha kabur saat akan ditangkap di rumah kontrakannya,” tambah Kasat Narkoba, AKP Imam Yuwono.

Imam menjelaskan, bahwa NH ini dibawah umur dan masih berstatus pelajar. Ia baru dua bulan menjadi kurir sabu. Barang didapatkannya dari ayahnya. “Dari hasil intensitas penjualan sabu bapak-anak ini relatif tinggi. Hanya  seminggu mereka mampu mengedarkan 10 gram sabu. Diedarkan ke orang-orang dekat yang sudah dikenal oleh pelaku selama ini,” beber dia.

Bapak-anak ini dijerat Pasal 114 ayat 1 subs Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup. Pasal tersebut juga dikenakan pada para tersangka kasus sabu lainnya. Yang menarik dari pengungkapan kasus sabu ini, para tersangka ada yang mengaku wartawan dan aktivis LSM. (dul)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.