PROGRAM BARU: Heriyo, Direktur Omah Aqiqah menyerahkan sertifikat aqiqah kepada  salah satu penerima manfaat layanan Aqiqah dari Rumah Zakat Surabaya. (duta.co/imam)

SURABAYA  | duta.co -Sempat vakum,  Rumah Zakat  Surabaya meluncurkan kembali program aqiqah yang diberi nama Omah Aqiqah. Sebenarnya Rumah Zakat sudah memiliki program  secara nasional untuk Aqiqah yang diberinama Rumah Aqiqah.

Hanya saja karena skala dan programnya nasional, di Surabaya tidak banyak mendapat respon  dan akhirnya vakum. Kini Rumah Zakat Surabaya mencoba merilis kembali program Aqiqah untuk kaum dhuafa dengan menggandeng peternak domba dari Probolinggo yang selama ini sudah menjalin kerjasama dengan Rumah Zakat Surabaya dalam penyediaan domba Kurban.

Aditya Evan Kepala Cabang Rumah Zakat Jawa Timur (Jatim) mengatakan harapannya dengan dirilis kembali program Aqiqah ini makin berkembang pesat. Apalagi penyediaan domba untuk Aqiqah sudah dijamin pasokan dan kualitasnya.

“Sepertihalnya potensi zakat, program aqiqah tentu saja sangat besar. Karena kewajiban aqiqah wajib bagi setiap orang. Dan Rumah Zakat Surabaya mengakomodir lewat program Omah Aqiqah ini, selain lebih mudah pelaksanaannya juga harganya makin terjangkau,” jelasnya disela peluncuran Omah Aqiqah di Rumah Bersalin Gratis (RBG).

Aditya Evan menambahkan Rumah Zakat adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan).

Sementara itu, Heriyo, direktur Omah Aqiqah yang juga peternak domba mengatakan sinergi dengan Rumah Zakat Surabaya ini untuk memudahkan masyarakat yang berkeinginan untuk aqiqah. Atau para donatur yang ingin menggelar program aqiqah massal, bisa dengan mudah dilayani.

“ Untuk Surabaya kita baru satu setengah tahun lalu. Harapannya dengan diluncurkannya kembali program aqiqah di Rumah Zakat Surabaya ini, bisa makin berkembang. Untuk domba dijamin pasokan dan kualitasnya,” jelasnya.

Heriyo yang juga menjadi anggota Aspakin (asosisasi pengsusaha aqiqah Indonesia) menambahkan potensi pasar aqiqah besar meski  jumlah pemainnya juga banyak. Bagi Omah Aqiqah  baru berusaha memperluas pasar Surabaya, sementara  lembaga lain sudah lama berkiprah dan tentu saja sudah menguasai pasar.

“Namun demikian Omah Aqiqah tetap optimistis dengan pasar yang besar dan terbuka luas mampu bersaing. Tidak ada target jumlah, selama ini per bulan nya kisaran 15 ekor. Untuk pasokan domba tidak masalah, karena kita punya peternakan dengan kapasitas besar mencapai ribuan ekor,” jelasnya.;

Tentang harga, Heriyo mematok dibawah Rp 1 juta yakni  Rp 900 ribu. Kalau dibandingkan dengan produk dari lembaga lain kenapa bisa lebih murah, karena Omah Aqiqah memotong mata rantai hulu dan hilir lebih pendek.

“Omah Aqiqah punya peternakan, juru masak sehingga tidak melalui pihak kedua dan ketiga. Pastinya harganya bisa lebih bersaing,” jelas Heriyo. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.