BOJONEGORO | duta.co – Kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Bojonegoro sampai saat ini masih terjadi, hal itu membuat sejumlah toko ritel diserbu oleh masyarakat. Salah satunya yakni Bravo supermarket.

Seperti yang dilakukan Mak Parinten (54) warga Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, yang rela menempuh jarak 11 kilometer menuju pusat kota demi mendapatkan minyak goreng. Sebab di lokasi tempat tinggalnya sudah terjadi kelangkaan.

“Di desa saya sudah tidak ada minyak goreng, mangkanya saya ke sini (kota),” ucapnya, Rabu (16/2/2022).

Senada dengan Lasmini, warga Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, dirinya datang ke kota juga untuk mendapatkan minyak goreng.

“Minyak goreng sekarang sudah langka, biasanya saya beli di toko samping rumah. Namun kini semua toko di desa gak ada yang punya,” katanya.

Sementara itu, Erwin, Manager Bravo Supermarket mengungkapkan, sejak diberlakukannya Harga Ecer Tertinggi (HET) oleh Menteri Perdagangan, banyak sekali warga yang berburu minyak goreng di Bravo supermarket.

“Tiap hari pasti ada serbuan terutama dari kaum ibu untuk beli minyak goreng,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi kesemerawutan, pihaknya menerapkan sistem gelombang pembelian. Dalam satu gelombang pembelian sendiri dibatasi kurang lebih 100 antrian.

“Kita bagi per gelombang pembelian 100 orang yang antri agar tidak terjadi kerumunan,” ungkap Erwin.

Managemen juga membatasi per orang hanya bisa membawa pulang 2 liter minyak goreng. Dengan begitu harapannya semua masyarakat dapat kebagian. (abr)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry