Bentrok polisi dan massa di Tanah Abang, Rabu (22/5) dini hari. (FT/CNN Indonesia/Andry Novelino)

JAKARTA | duta.co – Siapa dalang segelintir orang itu? Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Harry Kurniawan mengaku sedang menyelidikinya. Kapolres menjelaskan kericuhan di Jalan MH Thamrin itu terjadi setelah massa aksi menggelar aksi unjuk rasa Selasa (21/5/2019), membubarkan diri dengan tertib.

Tidak-tiba, jelang tengah malam, sekelompok orang kembali turun ke jalan. Tak lama kemudian mereka bersitegang dengan aparat kepolisian. Mereka dihalau sampai Tanah Abang. Sejumlah catatan di medsos beredar, mengapa polisi tidak menangkap saja mereka.

Akhirnya, ketegangan merembet luas, tiga pendemo mengalami luka tembak. Ketiganya sempat dibawa ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat pada dini hari saat terkadi kericuhan di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dikabarkan suara.com, seorang korban tewas saat dilakukan pertolongan oleh dokter di RS Budi Kemuliaan. Diketahui korban atas nama Farhan (30) dengan luka tembak hingga menembus bagian dada.

Direktur RS Budi Kemuliaan, dr Fahrul W Arbi mengatakan dua korban lainnya yang mengalami luka tembak sudah dirujuk ke RS Tarakan untuk menjalani pembedahan.

“Ada yang karena luka tembak di betis, tangan, sendi bahu. Ada dua yang dikirim ke [rumah sakit] Tarakan karena perlu ada tindakan bedah,” jelasnya.

Fahrul mengatakan, dua korban harus menjalani pembedahan akibat luka serius yang dialami.

“Iya yang dua di [rumah sakit] Tarakan itu karena ada fraktur retak. Jadi harus ada ahli ortopesi khusus dan kami tidak sedia, hingga diarahkan ke RS Tarakan,” kata Fahrul.

Sebelumnya, Farhan (30) peserta aksi 22 Mei tewas tertembak. Ia menghembuskan napas terakhir setelah peluru menembus di bagian dada hingga ke belakang.

Farhan yang tertembak di depan Pasar Blok A, Tanah Abang saat kerusuhan pada dini hari itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Namun ia keburu tewas saat tengah mendapatkan pertolongan dari dokter.

“Korban waktu datang belum meninggal, jadi sempat diresusitasi kemudian tidak tertolong dan kita menghubungi keluarga dan kita kirim ke [rumah sakit] Cipto sekarang,” kata Direktur RS Budi Kemuliaan, dr. Fahrul W Arbi di RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Fahrul menerangkan, penyebab dari tewasnya Farhan karena peluru tembus hingga ke bagian paru-paru sehingga menyebabkan selaput paru robek.

“Meninggalnya karena ada luka tembak tembus ke belakang dari dada. Mungkin mengenai paru-paru ada pneumotoraks. Pneumotoraks itu selaput paru robek sehingga udara terkumpul di sana dan kena pembuluh besar,” terang Fahrul. (sc,rmol)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.