Aang Wibisono dan istrinya Dewi Sartika menunjukkan beras yang diterimanya. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co – Kantor Kelurahan Lidah Kulon, Rabu (12/8/2026) tidak seperti biasanya. Ratusan warga penerima bantuan pangan (PBP) berkumpul. Sejak pukul 06.00 WIB mereka sudah hadir, menunggu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyapa mereka.

Salah satu warga yang hadir sejak pagi, adalah pasangan Aang Wibisono (40) dan istrinya Dewi Sartika. Mereka membawa anak ketiganya yang baru berusia 1,5 tahun, Sanaya.

Aang hari itu rela tidak kerja. Pekerjaan sebagai tukang cat dia liburkan sementara. Demi untuk mengambil jatah 30 kilogram beras bantuan pangan untuk Juli, Agustus dan September 2026.

Aang dan warga lain rela menunggu. Hingga akhirnya Mentan Amran hadir. Aang sempat diajak berbincang Mentan Amran. Dan Aang nampak bahagia.

“Alhamdulillah, dapat 30 kilo beras. Ini cukup untuk 1,5 bulan ke depan. Karena kebutuhan per bulan sekitar 20 kilo,” katanya.

Sebagai tukang cat, penghasilannya tidak menentu. Kadang dapat Rp 100 ribu per hari, kadang juga lebih. Kadang pula tidak dapat apapun.

Memiliki stok beras di rumah, adalah ketentraman hati. Bagi Aang, beras adalah yang utama. Urusan lauk, bisa diatur. “Lauknya apa, tidak kami pikir, penting ada beras. Anak tiga semua lagi butuh nasi,” ujarnya.

Warga Sepat, Lidah Kulon itu berharap bantuan beras ini bisa bermanfaat bagi semua orang yang senasib dengannya.

Mentan Amran mengaku bantuan ini atas perintah Presiden Prabowo Subianto untuk 33,24 juta PBP di seluruh Indonesia. “Setelah Alor NTT, kini di Surabaya. Nanti serentak semua dilakukan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Direktur Pemasaran Perum Bulog , Rahmanto Amin Jatmiko mengatakan bantuan pangan beras secara nasional sebagai langkah antisipasi dampak El Nino terhadap produksi pertanian serta untuk menjaga daya beli masyarakat.

Program ini dilaksanakan atas instruksi Presiden Prabowo guna memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap penerima manfaat menerima alokasi 10 kg beras per bulan, sehingga total bantuan yang dibagikan sekaligus mencapai 30 kg beras,” ungkapnya.

Program bantuan pangan ini menargetkan sekitar 33,24 juta PBP berdasarkan pada data Kementerian Sosial (DTKS/DTSN) untuk katagori desil 1 hingga desil 4 secara by name by address guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Penyaluran di Jawa Timur

Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu mengaku bantuan pangan ini dilakukan serentak di Kota Surabaya dan dimulai di Kelurahan Lidah Kulon. Sebelumnya sudah dilakukan di Madiun dan Lamongan.

“Untuk Surabaya, jumlah penerima bantuan mencapai 184.313 PBP, sementara untuk total keseluruhan Jawa Timur menjangkau 5,6 juta PBP,” jelas Langgeng.

Hingga kini penyaluran masih kecil, namun itu akan dilakukan terus menerus hingga semuanya tuntas menerima. “Kami target selesai akhir September 2026,” tukasnya. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry