BANTEN | duta.co – Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 antiteror menangkap seorang terduga teroris di perumaham mewah Bintaro. Saka Panji Trisno (39) ditangkap, Jumat (11/8) sekitar pukul 07.00 WIB, di Perumahan Cluster Melia Grove RT 03 RW 23, Blok GM 1 nomor 25 Kelurahan Paku Jay, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Saka Panji disergap di depan pos penjagaan PerumahanCluster Melia Grove, sesaat akan berangkat mengantarkan anaknya ke sekolah. Usai ditangkap, dia dan anaknya langsung digelandang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Diketahui, Saka sudah mengontrak di rumah itu selama dua tahun bersama seorang istri dan dua anaknya. Istri dan satu anak terduga teroris ini juga dibawa ke Mako Brimob Depok dengan menggunakan kendaraan Dinas Polres Tangerang Selatan

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, peran Saka dalam aksi terorisme ini sebagai penggalang dana untuk memberangkatkan sejumlah orang dari Indonesia ke Marawi (Filipina) dan Suriah.

“Keterlibatan yang bersangkutan adalah melakukan pendanaan kepada orang-orang yang berangkat ke Filipina dan Suriah. Jadi saudara SP ini menggalang dana kemudian memberangkatkan beberapa orang sana,” kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan, saat ini tengah dilakukan pemeriksaan  secara intensif di Mako Brimob. “SP sudah dibawa ke markas Komando Brimob. Akan dilakukan pemeriksaan intensif untuk digali keterlibatan yang bersangkutan,” katanya.

Dua unit kendaraan  tim Identifikasi dari Polres Tangerang Selatan datang ke lokasi penyergapan untuk mengamankan barang dan Dokumen milik terduga Teroris berjumlah 4 Box dan langsung dibawa ke Mapolres Tangsel.

Saka Panji Trisno menyewa sebuah rumah dengan harga Rp 35 juta per tahun. Dia diketahui sudah tinggal di situ selama kurang lebih 2 tahun.

“Yang saya tahu sih dia baru 2 tahunan tinggal di sini, kontrak,” ujar seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui di lokasi di perumahan tersebut. Sang tetangga itu mengaku kenal dengan Saka Panji tetapi kurang akrab.

Dia menyebut polisi sempat memasang police line di rumah itu tetapi kini sudah dilepas.”Tadi sih ada police line-nya cuma udah dicabut. Sama polisi juga tadi nggak boleh foto-foto atau videoin sih ujarnya,” ujar tetangga itu.

Rumah itu ditempati Saka Panji bersama istri dan dua anaknya. Tampak di bagian depan rumah terdapat 1 unit mobil minibus putih Mazda VX-1 dan 1 unit sepeda motor matic serta 2 sepeda anak.

Sebelum penangkapan, empat hari polisi sudah mengintai gerak-gerik Saka Panji.  “Dari empat hari lalu, ngakunya polisi dari Polda, dia enggak banyak cerita, cuma ngobrol-ngobrol dan lihat-lihat lingkungan saja,” kata Rohim, Satpam cluster.

Selain polisi yang berterus terang, petugas keamanan kompleks juga menemui sejumlah tamu aneh yang diduga sebagai intel. “Ada yang ngaku GOJEK, dia kemudian keluar lagi katanya di-cancel ordernya,” bilang dia.

Sebelum penangkapan, petugas juga sudah stand bay sejak pukul 02.00 kemarin. “Semalam dari jam 02.00 WIB, polisi sudah standby,” kata Komandan Keamanan Cluster, Husen.

Diterangkan Husen usai diperiksa di Mapolsek Serpong, mengaku semula polisi hendak melakukan penangkapan di musala yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah kontrakan SPT bersama istri dan dua anaknya. “Semula ingin ditangkap di musala seusai salat subuh, tapi hari ini dia enggak jamaah di musala. Makanya mungkin ditangkap pas dia keluar antar anak ke sekolah,” terangnya. hud, net

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan