ilustrasi

JOMBANG | duta.co – Di balik prestasi olahraga yang kerap dijadikan kebanggaan daerah, muncul ironi yang mencolok. Para atlet Jombang nyaris berjalan sendiri. Dana pembinaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jombang yang seharusnya menjadi tulang punggung kemajuan olahraga justru dipertanyakan transparansinya. Satu per satu cabang olahraga (Cabor) angkat bicara dana makin kecil, kebutuhan makin besar, dan pengurus KONI nyaris tak tersentuh kritik.

Sorotan tajam itu kini tak hanya datang dari sepak bola. Cabor lain seperti bulutangkis ikut bersuara. Sekretaris PBSI Jombang, Dharu Suwandono, mengungkap fakta memprihatinkan; Anggaran untuk pembinaan selama setahun sangat minim, bahkan tak cukup untuk keberangkatan atlet ke Porprov.

“Contoh nyata, sebelum kami berangkat ke Porprov kemarin, kami harus mencari dana tambahan sendiri. Tidak ada cukup dukungan dari KONI,” tegas Dharu, Rabu (6/8).

Suara senada datang dari Exco PSSI Jombang, Edy Musyadad. Ia menyebut tahun lalu Cabor sepak bola menerima Rp100 juta. Tapi tahun ini, angka itu melorot drastis menjadi hanya Rp20 juta.

“Silakan masyarakat menilai. Apakah Rp20 juta cukup untuk satu tahun pembinaan tim sepak bola? Ini bukan hanya tentang angka, tapi soal arah dan komitmen pembinaan olahraga di Jombang,” kritik Edy.

Diamnya Ketua KONI, Menguatkan Kecurigaan?

Saat coba dikonfirmasi, Ketua KONI Jombang, Sumarsono, hanya merespons singkat. “Dikonfirmasi dulu ke pengurus Askab PSSI Jombang,” tulisnya lewat WhatsApp.

Namun, saat ditanya lebih lanjut kebenaran anggaran PSSI hanya Rp20 juta, ketua KONI tidak menjawab hingga berita ini dimuat. Tak ada klarifikasi lanjutan. Pesan sudah dibaca, panggilan telepon tak dijawab. Diamnya Ketua KONI di tengah badai kritik ini justru makin menguatkan kecurigaan: ada apa dengan pengelolaan dana olahraga

Padahal, dana hibah KONI Jombang dari APBD mencapai miliaran rupiah. Pada tahun 2025 ini, sedikitnya Rp1,3 miliar telah dikucurkan dari kas daerah. Namun ironi terjadi sebagian besar dana justru dikabarkan habis untuk kegiatan seremonial dan akomodasi, bukan pembinaan atlet. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry