Gus Taj Yasin Maimun atau Gus Yasin (ist)

JAKARTA | duta.co – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diunggulkan PDIP untuk maju sebagai Cagub Jateng pada Pilgub 2018. Ganjar akan didampingi Taj Yasin Maimun atau Gus Yasin, putra Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimun Zubair.

Gus Yasin sendiri tidak pernah mendaftar sebagai calon kepala daerah ke PDIP. Gus Yain kini adalah kader PPP yang menjadi anggota DPRD Jateng sekaligus ketua DPC PPP Jepara. Namanya memang diusung PPP sebagai calon kepala daerah Jateng pada September 2017 lalu. Saat itu, Gus Yasin mengatakan suara kaum santri di Jawa Tengah amat besar dan ia menilai akan mempengaruhi hasil Pilkada Jateng.

Mbah Maimun Zubair sendiri adalah ulama, politikus, dan pimpinan Ponpes Al-Anwar, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PPP. Ia pernah menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun, serta anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

PDIP tidak sendirian mengusung duet Ganjar-Gus Yasin, namun berkoalisi dengan Demokrat, Nasdem, dan PPP. Karena Demokrat dan PPP berkoalisi dengan PDIP dan Nasdem, rencana koalisi Golkar, PPP, dan Nasdem, berantakan.

Lobi Selama 12 Jam

Ketum PPP Romahurmuziy (Romi) bercerita proses lobi PDIP menduetkan Ganjar-Gus Yasin yang hanya 12 jam. “Dinamika dalam 12 jam terakhir memang tajam karena sejak siang jumpa di Medan, ada pembicaraan soal Jateng dan sore kita komunikasi intensif dengan PDIP,” kata Romi di Kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (7/1).

Romi mengakui, partainya sering saling menguatkan dengan PDIP. Sehingga dalam Pilkada Jawa Tengah ini pun mereka berkoalisi. “Tadi malam (Sabtu malam, red) Pak Yusriman atas nama PDIP dan mengunjungi kediaman kita membahasnya dan siapa yang paling maksimal untuk Jateng ke depan,” ujar Romi.

Setelah itu perwakilan dari PDIP berkunjung ke kediaman KH Maimoen Zubair. Mereka akhirnya diberi nama. “Kita diberi nama yang sangat didorong oleh warga Jateng, yaitu putra beliau, Gus Yasin (Taj Yasin Maimoen), anggota DPRD Jateng dari Fraksi PPP dan ketua DPC Jepara,” pungkas Romi.

Megawati sendiri saat mengumumkan pasangan Cagub-Cawagub Jateng mengatakan, PDIP tetap memilih Ganjar Pranowo untuk Cagub. Kali ini dipasangkan dengan kalangan religius. “Karena waktu awal reformasi, bahkan tahun 80-an saya akrab sama Gus Dur. Kami punya pandangan sama soal kebangsaan. Keluarga besar saya juga Muhamadiyah di Bengkulu,” kata Mega.

Mega: Orangnya (Gus Yasin) Keren

Mega kemudian menyebut nama Taj Yasin Maimun. “Orangnya keren lho umurnya 35. Ternyata dia, Mas Haji Taj Yasin Maimun, anaknya Putra KH Maimun Zubair sendiri,” komentar Megawati soal Yasin saat pengumuman Cagub-Cawagub di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Minggu (7/1). Gus Yasin sendiri tidak hadir di Kantor DPP PDIP.

Ganjar Pranowo sebelumnya sempat menyatakan kesiapannya untuk dipilih lagi maupun tidak untuk bertarung di Pilkada Jawa Tengah. Namun, Megawati tampaknya masih yakin akan peluang kemenangan Ganjar dan tetap memilih sosok kelahiran 28 Oktober 1968 tersebut.

“Dulu, kenal [Ganjar] rambutnya hitam. Rupanya umur membawa rambut [Ganjar] lebih progresif,” celoteh Megawati. “Pak Ganjar itu kan tagline-nya mboten korupsi mboten ngapusi. Selalu menepati janji, ‘njar titip wong cilik sehingga program kredit khusus dibuat,” tambahnya.

Ganjar Pranowo menjadi Gubernur Jawa Tengah dari PDIP sejak 23 Agustus 2013 setelah sebelumnya menjadi anggota DPR Fraksi PDIP pada periode 2004-2009 dan 2009-2013.

“Kalau besok ditugaskan lagi siap, kalau enggak ditugaskan ya, siap. Masak enggak ditugaskan enggak siap? Yang pasti semua kader memiliki peluang besar untuk dapat rekomendasi,” kata Ganjar ketika ditanya soal kesiapannya dipilih untuk Pilkada Jateng, Jumat (5/1).

 

Dipinang Sudirman Said

Sebelumnya, Gus Yasin dilirik Cagub Sudirman Said untuk menjadi wakilnya. Sudirman Said dalam jumpa pers di Hotel Ambhara Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (2/1) mengatakan, ada sejumlah nama Cawagub yang sudah dijaring untuk mendampinginya. Salah satunya Gus Yasin.

“Dari Rembang muncul tujuh nama anak Mbah Maimun, kemudian Gus Yasin, saya kenal satu per satu, termasuk Gus Gofur,” ucap Sudirman.

Gus Yasin sendiri saat itu mengatakan perlu ada pembahasan lebih lanjut untuk mempertimbangkannya. Di antaranya adalah sikap partainya, PPP, apakah akan berkoalisi dengan partai-partai yang mengusung Sudirman Said. “Kita berharap partai kita ikut koalisi di situ kalau memang itu clear,” kata Gus Yasin..

“Yang diakui pemerintah, PPP di Mas Romy,” imbuh anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Lebih lanjut, Gus Yasin mengatakan, dirinya masuk dalam radar Sudirman Said sebagai wakilnya secara personal. Namun ia kembali menegaskan dirinya punya partai dan berharap agar partainya bisa ikut berkoalisi. “Komunikasi politik dengan Pak Sudirman Said baik. Ada pembicaraan tetapi secara langsung kita masih dalam pembahasan,” kata Gus Yasin. hud

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.